Lama Baca 5 Menit

Menjaga Kebugaran Tubuh Ala Orang China Kuno

20 December 2020, 10:44 WIB

Menjaga Kebugaran Tubuh Ala Orang China Kuno-Image-1

Menjaga Kebugaran Tubuh Ala Orang China Kuno - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Orang zaman modern kini lebih memperhatikan olahraga di mana banyak selebriti yang memimpin tren. Sementara itu, di Tiongkok kuno juga banyak pecinta kebugaran yang terkenal. Mari kita lihat kisah kebugaran beberapa tokoh terkenal dari Dinasti Song (960-1279 M).

1.     Penyair Kuno Lu You (陆游): Chang Xiao (长啸)

Menjaga Kebugaran Tubuh Ala Orang China Kuno-Image-2

Lu You -  gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Sebagai seorang penyair terkenal, Lu You dari Dinasti Song menulis lebih dari 20.000 puisi dalam hidupnya. Menurut catatan sejarah, ia hidup hingga usia 85 tahun, penyair terlama di Dinasti Song. Namun, Lu You lemah dan mudah terserang penyakit saat ia masih kecil. Lalu bagaimana Lu You bisa hidup lama?

Selama tahun-tahun terakhir hidupnya, Lu You mulai melatih tubuhnya dengan Chang Xiao, yaitu teriakan panjang dan nyaring. Namun, Chang Xiao yang populer di zaman kuno bukan lagi dengan meraung atau bersiul, tetapi menggunakan metode kesehatan yang elegan, serius, dan terampil. Ketika orang-orang kuno melakukan Chang Xiao, mereka membuka tubuh mereka, menarik napas dalam-dalam dan kemudian menghembuskan nafas dalam sajak.

Chang Xiao dapat membantu meningkatkan kapasitas vital, merilekskan tubuh, dan membuat suasana hati  membaik. Bagi Lu You, Chang Xiao membantunya menyingkirkan penyakit dan sebagai pengganti obat-obatan. Ketika ditanya tentang rahasia umur panjangnya, dia berkata, "Setelah membaca begitu banyak buku medis dan makan begitu banyak obat, saya menemukan Chang Xiao adalah cara yang paling efektif untuk saya."

2.     Su Dongpo (苏东坡): lari jauh, lima kilometer per hari

Menjaga Kebugaran Tubuh Ala Orang China Kuno-Image-3

Su Dongpo - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Penyair Dinasti Song yang hebat, Su Dongpo, atau Su Shi lebih suka berlari jauh untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Su berpikir bahwa hanya dengan menggerakkan tubuh secara teratur kamu dapat memiliki tubuh yang kuat dan beradaptasi dengan perubahan musim dengan cepat.

Dalam surat kepada temannya Cheng Zhengfu, Su Dongpo berbicara tentang kebiasaan olahraganya, yaitu berlari lima kilometer per hari.  Dia akan melambat saat bernapas dengan keras, dan mempercepat langkahnya saat napasnya seimbang. Su Dongpo akan berlari sampai dia berkeringat, tubuhnya panas, sirkulasi darah lancar, dan anggota badannya terasa segar.

Saat Su berlari, dia menekankan "qi", yang berarti "energi" atau "inti kehidupan". Su adalah penggemar qi gong, sistem pernapasan tenaga dalam. Dia berlari di pagi hari dan duduk bermeditasi di malam hari untuk membuat qi mengalir di dalam tubuhnya. Dalam sebuah surat kepada temannya Zhang Andao, Su berkata bahwa setelah bermeditasi selama hampir 20 hari, dia merasa tubuhnya jauh lebih kuat dan dapat berlari dari lantai satu ke lantai lima tanpa istirahat. Su percaya bahwa dengan berlatih seperti ini, dia bisa abadi.

3.     Hu Yanzan (呼延赞): mandi air dingin

Menjaga Kebugaran Tubuh Ala Orang China Kuno-Image-4

Hu Yanzan - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Terdapat dua keluarga besar keturunan jenderal di Dinasti Song Utara, dan salah satunya adalah Keluarga Hu. Menurut catatan sejarah, Jenderal Hu Yanzan dari Keluarga Hu melatih anak-anaknya di musim dingin bersalju dengan menyiramkan air dingin kepada mereka saat berdiri di luar.

Sebelumnya, sudah terdapat festival tahunan di bulan November selama awal Dinasti Tang (618-907 M) yang disebut "Menuangkan Dingin". Festival ini menunjukkan sekelompok pria kuat yang hampir telanjang, bernyanyi dan menari di jalan sementara kerumunan orang menyiram air dingin ke atas mereka. Melalui festival tersebut, sebuah pengorbanan kepada dewa dianggap bermanfaat untuk membentuk tubuh.

Selama Dinasti Song, Hu Yanzan melestarikan tradisi ini dengan menghilangkan bagian menyanyi dan menari. Namun, tetap mempertahankan bagian menuang air dingin sebagai cara untuk melatih tubuh fisik seseorang. (*)