
BEIJING, 9 Januari (Xinhua) -- China akan selalu menjunjung multilateralisme, mendukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam memainkan peran sentral dalam urusan internasional, serta bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mendorong sistem tata kelola global yang lebih adil dan setara, kata Mao Ning, juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri China, pada Kamis (8/1).
Mao menyampaikan pernyataan tersebut dalam taklimat pers rutin saat diminta berkomentar soal pernyataan Gedung Putih bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (7/1) menandatangani memorandum yang memerintahkan penarikan AS dari 66 organisasi internasional, yang terdiri dari 31 entitas PBB dan 35 organisasi non-PBB.
"Ini bukan kali pertama AS menarik diri dari entitas semacam itu," kata Mao.
Faktanya, organisasi internasional dan lembaga multilateral tidak bertujuan untuk mewakili kepentingan egois negara tertentu, melainkan untuk memperjuangkan kepentingan bersama semua negara anggota. Berdasarkan prinsip ini, sistem internasional yang berpusat pada PBB menjaga perdamaian dan stabilitas global, mendorong pembangunan sosial-ekonomi, serta melindungi hak dan kepentingan yang setara dari semua negara selama lebih dari 80 tahun terakhir, ujar Mao.
"Apa yang sedang kita saksikan di panggung internasional sekali lagi membuktikan bahwa operasi sistem multilateral yang efektiflah yang dapat mencegah hukum rimba berlaku dan menghentikan pendekatan 'siapa yang kuat dia yang benar' mendominasi tatanan internasional," kata jubir tersebut. Dia menambahkan bahwa inilah yang paling dibutuhkan oleh kebanyakan negara, terutama negara-negara kecil dan kurang berkembang, untuk saat ini. Selesai
Advertisement
