
Seorang staf menunjukkan sebuah drone DJI Flip dalam ajang ProFusion Expo 2025 di Toronto, Kanada, pada 5 November 2025. (Xinhua/Zou Zheng)
SHENZHEN, 23 Desember (Xinhua) -- Raksasa drone China, DJI, pada Selasa (23/12) menyatakan kekecewaannya terkait keputusan Komisi Komunikasi Federal (Federal Communications Commission/FCC) Amerika Serikat (AS) untuk menambahkan drone buatan luar negeri ke dalam "Daftar Tercakup" (Covered List).
Diperbarui pada Senin (22/12), "Daftar Tercakup" mencantumkan peralatan dan layanan komunikasi yang dianggap menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima terhadap keamanan nasional AS, atau keselamatan dan keamanan warga negara AS, menurut FCC.
Pencantuman ke dalam daftar tersebut berarti model-model baru drone buatan luar negeri dan komponen-komponen pentingnya dilarang mendapatkan otorisasi FCC, yang secara efektif melarang impor dan penjualannya di AS, sebut FCC.
DJI menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa meskipun pihaknya tidak secara khusus disebut, belum ada informasi yang dirilis mengenai informasi apa yang digunakan oleh pihak eksekutif AS (Executive Branch) dalam mengambil keputusan tersebut.
DJI menyatakan bahwa produk-produknya termasuk yang paling aman dan terjamin di pasaran, seraya mengutip peninjauan bertahun-tahun yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintahan AS dan pihak ketiga independen.
Kekhawatiran tentang keamanan data perusahaan tersebut tidak didasarkan pada bukti dan malah mencerminkan proteksionisme, bertentangan dengan prinsip-prinsip pasar terbuka, ungkap pernyataan DJI.
Penambahan DJI ke dalam Daftar Tercakup ini menyusul rancangan undang-undang pertahanan yang disahkan oleh Kongres AS setahun yang lalu, yang menyoroti risiko keamanan nasional terkait drone buatan China. Berdasarkan rancangan undang-undang tersebut, DJI dan produsen drone China lainnya, Autel, menghadapi larangan penjualan model baru di AS jika evaluasi keamanan menganggapnya sebagai ancaman.
Langkah ini tidak memengaruhi drone yang telah dibeli sebelumnya. Konsumen dapat terus menggunakan drone apa pun yang telah mereka beli atau peroleh secara sah, demikian sebut FCC. Selesai
Advertisement
