
Wisatawan membeli oleh-oleh bakpia di gerai Bakpia Pathuk 25 saat liburan Tahun Baru di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 4 Januari 2026. (Xinhua/Agung Supriyanto)
YOGYAKARTA, 6 Januari (Xinhua) -- Permintaan bakpia di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan signifikan selama musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Kenaikan ini terutama dirasakan oleh para perajin bakpia di Kampung Pathuk, salah satu sentra bakpia terkenal di Kota Yogyakarta.
Bakpia, yang dikenal sebagai camilan khas dan oleh-oleh favorit wisatawan, terbuat dari bahan baku seperti tepung terigu dan kacang hijau. Proses pengolahan dilakukan secara higienis untuk menjaga kualitas dan cita rasa produk.
Ketua Kelompok Bakpia Kampung Pathuk sekaligus pengusaha lokal bakpia, Sumiati, mengatakan bahwa penjualan bakpia saat musim liburan Nataru meningkat tajam. "Pada periode libur Natal dan Tahun Baru, penjualan meningkat dua hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa," ujarnya.

Seorang pekerja memegang bakpia sebelum melakukan pengemasan di sentra pembuatan bakpia Kampung Pathuk, di Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 3 Januari 2026. (Xinhua/Agung Supriyanto)
Menurut Sumiati, peningkatan tersebut didorong oleh melonjaknya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta serta meningkatnya pesanan melalui platform daring.
Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah wisatawan selama liburan Nataru mencapai 1.907.741 pengunjung. Kondisi ini menjadikan musim liburan Nataru sebagai periode puncak produksi bagi para perajin bakpia.
Menurut Hanif, wisatawan asal Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, "membeli bakpia merupakan keharusan jika berkunjung ke Yogyakarta, belum sah datang ke Yogyakarta jika belum membeli bakpia."
Produsen bakpia tersebar di seluruh Kota Yogyakarta dengan berbagai merek. Merek legendaris antara lain Bakpia Pathuk 25, Bakpia 75, dan Bakpia MM. Sementara itu, merek yang lebih modern mencakup Bakpia Juara Satoe, Bakpia Marlino, Bakpiaku, serta Bakpia Kukus Tugu. Berbagai varian rasa seperti kacang hijau, cokelat, dan keju tersedia dengan kemasan yang beragam untuk oleh-oleh.

Wisatawan lokal menyaksikan pertunjukan tari di kawasan Jalan Malioboro, di Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 4 Januari 2026. (Xinhua/Agung Supriyanto)
Advertisement
