Baca dalam 3 menit

Sebuah Studi Oleh Peneliti Amerika dan Inggris Buktikan Bahwa Data COVID-19 di Tiongkok Tidaklah Dimanipulasi

Waktu Publish : 02 May 2020, 16:48 WIB
SHARE ARTIKEL

Sebuah Studi Oleh Peneliti Amerika dan Inggris Buktikan Bahwa Data COVID-19 di Tiongkok Tidaklah Dimanipulasi

Data statistik - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Sebuah teknik pendeteksi kecurangan yang diakui secara global menunjukkan bahwa data COVID-19 Tiongkok tidak dimanipulasi. Penelitian yang melakukan pembuktian ini dilakukan oleh Christoffer Koch, seorang ekonom peneliti senior di Federal Research Bank of Dallas dan Ken Okamura, seorang peneliti di Oxford's Said Business School.

Laporan tersebut menilai kebenaran sebuah data dengan menggunakan Hukum Benford, teknik pendeteksi keaslian data, "Kami tidak menemukan bukti bahwa Tiongkok memalsukan data COVID-19 mereka," kata mereka dalam penelitiannya. Hukum Benford digunakan untuk mendeteksi penipuan atau kekurangan dalam pengumpulan data berdasarkan distribusi digit pertama dari data yang diamati, cara ini banyak digunakan dalam bidang ekonomi dan akuntansi. Teknik ini juga digunakan untuk memeriksa laporan mingguan jumlah kasus positif dari 35 negara, selama pandemi H1N1, pada tahun 2009. Penelitian ini mengatakan bahwa: “Distribusi digit pertama dari kasus positif di Tiongkok sesuai dengan Hukum Benford.”

Sebelumnya dilaporkan bahwa Kota Wuhan memang merevisi jumlah kasus positif COVID-19, dengan menambahkan sejumlah 325 kasus tambahan, sehingga menjadi 50.333, juga menambahkan 1.290 kasus kematian tambahan sehingga menjadi 3.869. Hal ini dikarenakan adanya laporan yang salah atau tertunda. Penyesuaian serupa terlihat di wilayah Spanyol Catalonia, yang mengumumkan 3.242 kasus kematian tambahan, hampir dua kali lipat dari jumlah sebelumnya.

Terkait

technology

Universitas Shandong Bentuk Jalur Realisasi Nilai Produk Eko...

  • Esy Gracia
  • 11 Jul 2021

news

Rusia Pertimbangkan untuk Luncurkan Pesawat Ruang Angkasa de...

  • Nurul Diah
  • 18 Jun 2021

health

Makan Jagung Bagi Kesehatan, Bisa Panjang Umur

  • Lupita
  • 23 May 2021

news

Teleskop Guo Shoujing akan Jadi Landasan Penting dari Galaks...

  • Lupita
  • 09 Apr 2021

culture

Arkeolog Tiongkok Temukan Pemrosesan Batu Giok Usia 5.000 Ta...

  • Lupita
  • 25 Nov 2020

culture

Pesta Ulang Tahun Digelar untuk Anak-Anak Panda di Sichuan

  • Isna Fauziah
  • 16 Sep 2020
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong
32
21
16
1
1
3