Baca dalam 7 menit

Inilah Posisi Tidur Ideal versi Fengsui

Waktu Publish : 11 Jul 2020, 08:00 WIB
SHARE ARTIKEL

Tidur - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Tiongkok, Bolong.id – Dilansir dari Sina News, orang tua di Tiongkok sering berkata tidak baik untuk tidur menghadap ke kanan atau kiri. Kenapa ya? Ayo simak poin-poin penting di bawah ini!

1. Bolehkah Posisi Tidur Kita Menghadap ke “Timur” atau “Barat”?

Pertanyaan ini terkait “teori medan magnet bumi”. Orientasi medan magnet bumi adalah utara-selatan, jadi ketika tidur, orientasi tubuh manusia juga harus sesuai dengan medan magnet bumi yaitu utara-selatan.

Menghadap ke timur atau barat bertentangan dengan medan magnet, dan dipercaya akan mempengaruhi kondisi tidur.

“Teori Feng Shui (风水). Dalam kehidupan sehari-hari, sebagian besar rumah di Tiongkok terletak di utara dan menghadap ke selatan. Orang-orang berpikir bahwa selatan adalah Yang (阳)dan utara adalah Yin (阴).

Harmonisasi Yin dan Yang sangat baik dan lebih bermanfaat bagi kesehatan. Secara teori, medan magnet bumi masih memiliki dampak tertentu pada tubuh manusia.

Ada beberapa orang mungkin mengalami kualitas tidur yang buruk jika tidak mengikuti medan magnet bumi, juga ada beberapa orang yang mungkin tidak terlalu mendapatkan efek dari hal tersebut, hal ini dapat disesuaikan sesuai dengan keadaan mereka sendiri. Namun untuk Fengshui, tergantung dengan keyakinan masing-masing!

2. Apakah Tidur Menghadap ke Kiri akan ‘Menghimpit’ Jantung?

Ada yang mengatakan, "Karena jantung tumbuh di sisi kiri, Anda tidak bisa tidur menghadap ke kiri agar tidak menekan jantung. Posisi berbaring menghadap kanan paling dekat dengan posisi janin dalam rahim, dan itu adalah posisi paling aman."

Hal ini mungkin kelihatannya bukan masalah besar, tetapi bagi orang sehat, tidur ke kiri dan ke kanan tidak akan mempengaruhi jantung, karena tulang rusuk kita akan melindungi organ.

Namun, bagi orang-orang dengan insufisiensi jantung, berbaring menghadap kiri akan meningkatkan jumlah darah jantung dan menambah beban pada jantung. Gejala-gejala seperti pernapasan dan jumlah keringat yang tidak normal.

3. Apakah Kita Benar-Benar Harus Tidur Selama 8 Jam?

Mengenai durasi tidur, banyak orang percaya bahwa tidur 8 jam sehari adalah yang paling sehat dan tepat.

Tetapi ada beberapa orang yang sudah penuh energinya setelah hanya tidur selama 6 jam. Ada pula yang sudah tidur 10 jam tapi masih terasa lelah, apa ya alasannya?

Seorang ahli mengatakan bahwa durasi tidur dipengaruhi oleh usia, berikut durasi tidur yang diperlukan, dikelompokkan melalui kelompok usia:

* Bayi dan balita tidur lebih dari 12 jam sehari;

* Remaja di bawah 18 tahun tidur 9-10 jam sehari;

* Orang dewasa berusia 18-64 tahun tidur sekitar 7-8 jam sehari;

* Manula berusia di atas 65 tahun baiknya tidur selama 6 jam sehari.

Namun, durasi ini tidak mutlak dan dapat ditentukan sesuai dengan situasi seseorang.

Selain itu, tidur lama juga tidak baik, yang diperlukan hanya tidur yang teratur dan pastikan tidur anda nyenyak.

4. Apakah Baik Tidur Sambil Menggertakkan Gigi?

Ada yang bilang jika tidur sambil menggertakkan gigi, tandanya perut terinfeksi parasit. Namun sejauh ini, masih tidak ada bukti jelas.

Para ahli mengatakan bahwa orang yang menggeratakan gigi saat tidur memiliki banyak faktor:

① Emosi cemas dan gelisah;

② Efek stimulasi dari faktor-faktor asing seperti tembakau, alkohol, kopi;

③ Gigitan gigi buruk;

④ Orang dengan gangguan tidur, tidur dan penyakit pernapasan.

Perlu dicatat bahwa kadang-kadang tidur dan sambil menggertakkan gigi tidak banyak berhubungan dengan kesehatan Anda. Keseringan menggertakkan gigi akan menyebabkan ketidaknyamanan pada otot pengunyah dan rasa sakit di pipi.

5. Apakah Bisa Kira Kekurangan Kalsium Saat Tidur?

Banyak orang yang tiba-tiba tubuhnya terguncang saat tidur. Terkait hal ini, mungkin orang tua akan mengatakan bahwa ini adalah kekurangan kalsium. Namun ada juga yang mengatakan hal ini terjadi karena otak sedang menguji apakah tubuh sudah mati atau belum.

Para ahli menjelaskan bahwa ini adalah manifestasi dari narkolepsi, yang mirip dengan kondisi tremor otot yang disebabkan oleh cegukan. Biasanya terjadi sekitar 1 jam setelah tertidur.

Selain itu, ada juga otot yang berkedut saat tidur, yang biasanya terjadi selama periode tidur ringan. Namun, kedutan lokal pada tubuh selama periode ini tidak akan membangunkan Anda, tetapi akan membantu Anda melawan gangguan eksternal dan mempertahankan tidur.

Kedutan tubuh yang tiba-tiba saat tidur sering terjadi pada orang yang lelah, stres, dan kurang tidur. Biasanya mereka sering minum teh atau kopi, padahal untuk menghilangkan stres, minum air yang banyak juga sudah cukup, lho!

Perlu dicatat bahwa jika seseorang memiliki penyakit otak, seperti tumor, stroke, penyakit otak degeneratif, dll., juga dapat menyebabkan tubuh sering terguncang saat tidur.

6. Apakah Baik Tidur Telanjang?

Beberapa orang suka tidur telanjang, mereka merasa kalau tidak pakai baju maka tidur mereka akan lebih nyenyak. Ada juga yang berkata, jika tubuh menempel dengan seprai saat tidur, akan membahayakan kesehatan. Jadi, apakah tidur telanjang baik atau buruk? Ternyata banyak manfaatnya!

① Tanpa piyama di tubuh kita, akan mempermudah relaksasi otot dan dapat membantu kita tidur lebih baik.

Apakah itu pria atau wanita, tidur telanjang dapat membuat kita bernapas lebih leluasa, menyegarkan, dan tidak ada bakteri yang berkembang biak. Juga mengurangi kemungkinan menderita penyakit sistem reproduksi dan penyakit ginekologi.

Tidur telanjang juga dapat membantu sekresi kelenjar keringat dan kelenjar sebaceous, yang sangat membantu penyerapan kulit, kekebalan dan metabolisme.

Namun, meskipun tidur telanjang itu baik, tetapi juga ada beberapa tindakan pencegahan:

* Sering ganti selimut keringkan kasur di bawah sinar matahari.

* Tetap hangatkan tubuh, terutama di musim panas. Tidur telanjang dengan AC atau kipas listrik menyala, dan tidak menggunakan selimut akan mudah masuk angin. (*)

Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong