Baca dalam 3 menit

Ada Lagi... Virus “Bunya” Masuk di Tiongkok

SHARE ARTIKEL

Kutu, Penyebab Virus Bunya -  Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Tiongkok, Bolong.id – Dilansir dari Lianhe Zaobao, baru-baru ini, kasus "virus bunya baru" dilaporkan telah bermunculan di banyak provinsi dan kota di Tiongkok. Dilaporkan orang-orang di provinsi Jiangsu, Zhejiang dan Anhui banyak yang terinfeksi. Sedikitnya 62 orang di tahun 2020, tujuh di antaranya meninggal.

Menurut laporan Hong Kong 01, The Paper dan Sina News, virus ini dipastikan sebagai penyakit infeksi akut sejak 10 tahun lalu. Faktor utamanya adalah gigitan kutu, tetapi juga dapat ditularkan melalui darah, cairan tubuh, dll, dengan risiko penularan dari manusia ke manusia. Angka kematian yang disebabkan oleh virus ini pun tinggi.

Empat orang dalam satu keluarga di Zhejiang terinfeksi virus bunya baru ini. Kakek di keluarga ini terinfeksi dari kutu, sedangkan istrinya,  Xiao Li (小李) (cucunya) dan bibi Xiao Li (小李) terinfeksi dari si kakek, ketika mereka sedang merawatnya. 

Gejala infeksi Xiao Li (小李) meliputi demam, diare, mual dan muntah, nyeri otot dan persendian di sekujur tubuh, serta trombosit darah rendah. Menurut laporan, kakeknya mengalami demam dan trombosit darah rendah, dan belum lama ini meninggal dunia, neneknya juga mengalami gejala serupa dan sedang diselamatkan.

Rumah sakit tersebut segera memberikan pengobatan simtomatik kepada Xiao Li (小李). Ji Shujuan (季淑娟) dokter di rumah sakit tersebut mengatakan, jika pasien virus bunya baru dapat terdeteksi tepat waktu dan ditangani secepatnya, sebagian besar pasien bisa sembuh.

Sayangnya pada hari ketiga setelah Xiao Li (小李) dirawat di rumah sakit, neneknya dinyatakan meninggal dunia, dan bibinya mulai demam. Selain demam, bibi Xiao Li (小李) mengalami gejala gagal organ seperti cedera ginjal akut, pankreatitis akut, miokarditis virus, gagal jantung akut, dan infeksi paru-paru. Untungnya, penyebabnya jelas dan berangsur-angsur membaik setelah pengobatan.

“Virus Bunya baru dalam fase aktif juga dapat ditularkan melalui darah, cairan tubuh, dll. Gejalanya adalah demam, disertai rasa lelah, mual, muntah, dll, dan dalam beberapa kasus mengalami sakit kepala, nyeri otot, dan diare.” kata Profesor Yu Yunsong (俞云松).

Gigitan serangga adalah cara penularan yang paling berbahaya. Namun selama tidak memiliki kontak dekat dengan orang yang terinfeksi dan mengambil perlindungan yang baik, tidak perlu terlalu khawatir tentang terinfeksi.

Menurut laporan, kutu suka muncul di hutan, semak-semak, dan sungai. Cara mencegah gigitannya adalah dengan menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh. (*)

Terkait

health

Ada Lagi... Virus “Bunya” Masuk di Tiongkok

  • Della Shafira Putri
  • 08 Aug 2020
Logo follow bolong