Baca dalam 3 menit

Konsumsi Kafein, Seorang Siswa Tiongkok Didiagnosis Aritmia, Apakah Itu?

SHARE ARTIKEL

Kopi, Salah Satu Minuman yang Mengandung Kafein - Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Tiongkok, Bolong.id – Dilansir Tencent News, seorang siswa anak laki-laki berusia 16 tahun di Tiongkok, Xiaohui (小辉) tiba-tiba didiagnosis menderita aritmia ganas akibat kopi. 

Xiaohui (小辉) merupakan seorang atlet di sekolahnya. Setelah istirahat makan siang di hari ia pingsan, ia bermain bersama teman-temannya. Tiba-tiba ia merasa dadanya tidak nyaman dan langsung pingsan. 

Setelah dilarikan ke rumah sakit, ia didiagnosis menderia aritmia ganas. Untungnya, kebugaran fisik Xiaohui (小辉) lebih bugar, sehingga setelah penyelamatan darurat, ia langsung bisa keluar dari rumah sakit. 

Xiaohui (小辉) tak merokok ataupun minum alkohol. Dia pun termasuk remaja yang sehat, dan tak memiliki riwayat penyakit jantung. Ternyata, hal ini terjadi karena Xiaohui (小辉) sering mengonsumsi kafein dan minuman berenergi sebelum berolah raga. 

Lalu, mengapa kafein bisa sebabkan reaksi yang serius? 

Kopi, memang berfungsi sebagai minuman yang menyegarkan. Kafein dalam kopi adalah zat yang memiliki pengaruh terbesar dalam fungsi kopi ini. 

Setelah mengonsumsi kafein, otak akan lebih bersemangat dan mulai bekerja dengan kecepatan tinggi. Oleh karena itu, setelah minum kopi kita bisa meningkatkan konsentrasi dan mempercepat efisiensi kerja. Kopi juga dapat meningkatkan fungsi konduksi neuromuskuler dan memperkuat tubuh manusia dalam waktu singkat. 

Karena kemampuan atletiknya yang berintensitas tinggi, kafein juga menjadi salah satu stimulan yang dilarang oleh atlet selama pertandingan berlangsung.  

Jantung juga menjadi salah satu bagian yang harus diperhatikan, sebab di bawah konsumsi kafein, jantung akan berdegup kencang, sehingga kafein memiliki efek mempercepat detak jantung dan meningkatkan tekanan darah. 

Jika mengonsumsi terlalu banyak kafein dalam waktu singkat, otak, saraf, dan jantung akan menjadi terlalu bersemangat. Hal ini menyebabkan kecemasan, emosi cepat marah, insomnia, gangguan fungsi motorik halus; takikardia, aritmia, bahkan kematian mendadak. 

Namun jangan salah, kafein bukan hanya ada di kopi lho! Kafein juga ada pada teh, minuman berenergi, coklat, dll. 

Faktanya, keracunan kafein yang disebabkan minum kopi atau teh sangat jarang. Penelitian telah memperkirakan bahwa konsumsi 1.2g atau lebih kafein akan menghasilkan efek toksik. Sedangkan, konsumsi 8,8g-14g dapat berakibat fatal. Untuk mencapai dosis yang mematikan, dibutuhkan sekitar 75g dalam satu asupan kafein.  

Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa minuman berenergi dalam jumlah besar cenderung menyebabkan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, disarankan untuk memastikan kandungan kafein sebelum meminum minuman berenergi.

Jangan melebihi 2 botol minuman berenergi biasa dalam satu waktu (setiap asupan kurang dari 200 mg kafein). Hindari  Minum alkohol sambil minum minuman energi. (*)


Terkait

health

Konsumsi Kafein, Seorang Siswa Tiongkok Didiagnosis

  • Della Shafira Putri
  • 28 Aug 2020
Logo follow bolong