Bisakah Harmony OS 2.0 Membantu Huawei Bertahan?

logo clock 4 Menit logo clock 13-09-2020, 13:23

CEO grup Bisnis Konsumen Huawei, Yu Chengdong  (余承东) -  Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Tiongkok, Bolong.id - Di tengah konferensi pengembang OS Huawei 2020, Harmony OS 2.0, Yu Chengdong (余承东) CEO grup bisnis konsumen Huawei mengatakan, OS tersebut bisa menjadi inti dari masa depan yang "menghubungkan segalanya".

Namun tetap tak diragukan, Huawei sedang menghadapi masa yang sangat sulit. Sebab, AS melakukan segalanya kecuali memulai ‘perang’ untuk menghancurkan Huawei. Tak hanya itu, banyak pemerintah negara lain sedang mengamati "perusahaan 5G yang murah tapi keren" ini dapat bertahan, demikian laporan CGTN News, Minggu (13/9/20).

Untuk mengetahui perkembangan selengkapnya, mari kita lihat apakah Harmony OS dapat menggantikan OS yang digunakan Huawei saat ini. 

Android

Hampir semua smartphone Huawei yang ada di pasaran saat ini berbasis Android.

Android adalah open source dan tidak dikendalikan pendirinya, Google. Namun masalahnya, pengaruh Google pada ekosistem Android bukan tentang kepemilikannya, tetapi tentang dukungannya.

Seperti kita ketahui, Google telah membangun banyak layanan untuk Android, seperti Maps, YouTube, Play Store, dan lainnya. Hal ini sudah jelas bahwa ponsel Android tanpa layanan Google hanya ada di Tiongkok, yang memang tak menyediakan layanan Google.

Jadi, meskipun Harmony OS sukses, pembeli Eropa akan tetap mengabaikan smartphone Huawei, kecuali mereka memang menginginkan smartphone tanpa Google di dalamnya.

Solusi Huawei untuk masalah ini adalah Huawei Mobile Service dan App Gallery. Namun kedua layanan ini masih terlalu dini untuk dinilai apakah sukses atau gagal.

Windows

Penjualan laptop Huawei berjalan baik sebelum Windows dihapus di produk tersebut. Meski demikian, hal ini mungkin tak menjadi masalah serius bagi pengguna biasa.

Hal ini karena selain Windows, ada Linux sebagai penggantinya. Mungkin Linux tak lebih baik dibandingkan Windows, namun tetap dapat ditoleransi jika disetel dengan benar.

Di sisi lain, banyak orang di negara berkembang yang masih membajak Windows. Jadi, dengan atau tidak adanya Windows dalam laptop mereka pun tak begitu menjadi masalah.

Oleh karena itu, menggunakan Harmony OS 2.0 untuk menggantikan Windows di laptop Huawei masih bukan ide yang baik untuk saat ini. Masalahnya terletak pada aplikasi. Aplikasi Windows sangat serbaguna dan bahkan Microsoft sendiri tidak dapat mengalahkannya.

Linux

Linux tidak hanya merupakan fondasi dari Android dan server internet, tetapi juga OS yang banyak digunakan untuk perangkat sistem industri internet.

Huawei sendiri sudah memiliki LiteOS, OS kecil untuk perangkat IoT (Internet of Things – layanan untuk pengguna internet biasa) yang terbukti berfungsi dengan baik. Sebenarnya, sebagian dari Harmony OS dibangun di atas LiteOS.

Setelah Huawei merilis contoh versi awal Harmony OS, programmer di seluruh dunia menunjukkan minat terhadapnya.

Ternyata, hal ini karena bagian IoT dari Harmony OS adalah versi modifikasi dari LiteOS dengan tambahan kemampuan komputasi distributif.

Jika dikaitkan dengan hal ini, sangat mungkin bagi Huawei untuk memenangkan bagian dari pasar IoT. 

Meski begitu, tantangan tetap saja ada. Pasalnya sudah banyak merek IoT yang sudah canggih di Tiongkok, seperti Xiaomi dan Haier, yang sudah mengembangkan teknologi mereka sendiri ke dalam peralatan rumah. (*)


Penulis : Della Shafira Putri
Editor : Nurul Diah

Terkait

Italia Memveto Kesepakatan 5G antara Fastweb dan Huawei China

 

logo clock 24-10-2020, 15:10
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Berkat Trump, Ponsel Baru Huawei Mungkin Jadi Edisi Terbatas

 

logo clock 23-10-2020, 10:38
logo clock Baca ini dalam 5 Menit
logo share

Baidu Berikan Tumpangan Gratis Uji Robotaxi di Beijing

 

logo clock 22-10-2020, 10:13
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

China Masukkan Teknologi Kuantum dalam Rencana Lima Tahun Ke-14

 

logo clock 22-10-2020, 10:11
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Hidupkan Pariwisata, Hong Kong Luncurkan Kampanye dengan Pengalaman VR

 

logo clock 21-10-2020, 11:12
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Viral