Baca dalam 3 menit

Desainer Asal Jerman Kini Bisnis Pakaian di China

Waktu Publish : 15 Feb 2021, 17:49 WIB
Sumber : Xinhua
SHARE ARTIKEL

kota Shenyang - Image from Gambar diambil dari Internet, jika ada keluhan hak cipta silakan hubungi kami.

Shenyang, Bolong.id – Barbara Elisabeth Freiman, disainer wanita asal Jerman yang tinggal di Shenyang, Tiongkok, sudah bisa membuat stek kertas dan lentera, serta membeli barang-barang untuk Tahun Baru Imlek.

Dilansir dari Xinhuanet pada Kamis (11/02/21), "Saya juga menyiapkan 'hongbao' (amplop merah) untuk staf saya, dan itu adalah tas kulit merah asli! Tentu saja, saya juga memasukkan uang tunai di dalamnya. Saat di Roma, lakukan seperti yang dilakukan orang Romawi," katanya.

"Putri bungsu saya lahir di sini dan suka makan potongan daging babi yang dimasak dua kali lipat. Kami semua memanggilnya 'Little Northeastern'," katanya.

Pada 2015, keluarga Freiman pindah ke Tiongkok saat suaminya mulai bekerja di BMW Brilliance Automotive di Shenyang, ibu kota Provinsi Liaoning, Tiongkok timur laut.

"Shenyang dan Jerman sangat mirip. Mereka berdua memiliki asinan kubis dan buku jari babi. Sangat nyaman untuk makan dan tinggal di sini, kecuali di musim dingin sedikit lebih dingin daripada di Jerman," katanya.

Setelah lulus SMA, Freiman diterima di salah satu universitas di Jerman jurusan desain grafis. Namun, dia kemudian mengubah jurusannya ke hukum atas desakan orang tuanya.

Namun Freiman tidak pernah menyerah pada impian desainnya dan di Shenyang, akhirnya menjadi kenyataan. Pada tahun 2016, ia membuka studionya sendiri dan menjadi pendiri dan desainer merek fesyen anak-anak "coco & ray".

"Saya suka mencampurkan beberapa elemen oriental ke dalam desain saya. Misalnya, saya mendesain kantong untuk qipao (cheongsam) jadi lebih praktis untuk anak-anak," katanya.

"Seorang ibu yang baik dan bos," jawab putra Freiman yang berusia 16 tahun, ketika diminta untuk menggambarkan ibunya. Ketiga anaknya menjadi inspirasi awalnya dalam membuat pakaian anak.

Semua pakaian coco & ray dibuat dengan tangan dengan kain yang dipilih dengan cermat dan kancing yang disesuaikan. Saat ini, studio Freiman memiliki 10 staf.

"Di China, saya memiliki penjahit yang bagus untuk membantu desain saya menjadi hidup," katanya.

Ini akan menjadi pertama kalinya keluarga Freiman menghabiskan liburan Tahun Baru Imlek di Tiongkok. "di  rumah lebih 'aman'," katanya. (*)

Megawati Putri/Penerjemah

BACA JUGA

Terkait

news

Luhut : Indonesia akan Dibantu oleh Tiongkok Menangani Virus...

  • Bryant
  • 18 Mar 2020

health

Tiongkok Beri Bantuan Medis, Miris, Saat Warga Jakarta Remeh...

  • Isfatu Fadhilatul
  • 19 Mar 2020

health

Penderita Ringan COVID 19 Tidak Akan Kenapa-napa

  • Edwin Adriaansz
  • 21 Mar 2020

news

80% Pasien COVID-19 Belum Didiagnosis Sebelum Wuhan Lockdown...

  • Edwin Adriaansz
  • 21 Mar 2020

news

Tidak Ada Pasien Baru COVID-19 di Guangxi, Namun Ada 34 Kasu...

  • Edwin Adriaansz
  • 21 Mar 2020

news

Beberapa Tipe Orang Yang Harus Dikarantina

  • Edwin Adriaansz
  • 22 Mar 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong