Baca dalam 3 menit

Sejarah Tenun Bambu Dongyang

Waktu Publish : 08 May 2021, 13:30 WIB
SHARE ARTIKEL

Pembuatan Tenun Bambu Dongyang - Gambar diambil dari Internet, jika ada keluhan hak cipta silakan hubungi kami.

Beijing, Bolong.id – Menurut penelitian, tenun bambu Dongyang memasyarakat di awal Dinasti Tang (pertama 618–690 dan kedua 705–907). Tenun ini digunakan di bidang produksi.

Dilansir dari Chinawenhua.com, dalam penyair Dinasti Tang Bai Juyi, dikatakan: "Kirim Selir Teng ke Pengembalian Resmi ke Wuzhou".

Juga berbunyi: "Saya telah melihat cucu buyut menunggang kuda bambu, dan masih mendengarkan pelayan menyanyi tentang bunga plum."

Puisi itu menyebutkan adegan anak-anak menunggang kuda bambu Dongyang. Hal ini menunjukkan bahwa selain di bidang produksi, tenun bambu Dongyang, juga muncul di bidang permainan anak-anak.

Selama Dinasti Song Selatan, anyaman bambu Dongyang mencapai tingkat pengerjaan yang tinggi dan dikaitkan dengan festival rakyat.

Lentera bambu yang berbeda digunakan dalam kegiatan meriah rakyat, dan juga digunakan dalam acara pembersihan kuburan dan pemujaan leluhur.

Tenun bambu Dongyang telah berkembang ke arah pengerjaan dan menjadi kerajinan festival utama untuk festival rakyat pada saat itu.

Selama Dinasti Ming dan Qing, keterampilan menenun bambu Dongyang berkembang pesat, dan kepraktisan serta kesenian digabungkan lebih dekat. The "Dongyang County Chronicles" pada periode Kangxi mencatat bahwa "Bambu lunak Sheng dapat digunakan sebagai peralatan bambu yang bagus, dan yang lama digunakan sebagai upeti.

Sekarang digunakan untuk perpajakan dan tenun." Hal ini menunjukkan bahwa anyaman bambu Dongyang telah menjadi persembahan dari istana Qing, dan produksi anyaman bambu telah memiliki komoditas tertentu. Skala tersebut menjadi objek perpajakan di Dinasti Qing.

Sejak Republik Tiongkok, anyaman bambu Dongyang telah menjadi kerajinan ekspor tradisional, dan produk tenun bambu yang dibuat oleh Ma Fujin mencerminkan tingkat tertinggi kerajinan anyaman bambu Dongyang pada saat itu.

Karya penanganan keranjang memenangkan medali emas pertama dalam sejarah modern tenun bambu Tiongkok di Panama World Exposition pada tahun 1915.

Pada tahun 1929, karya tenun bambu Ma Fujin "Kuixing Diandou" dipamerkan di West Lake Expo, dan ia dianugerahi plakat penghargaan "Juara Tenun Bambu".

Setelah berdirinya Tiongkok Baru, industri tenun bambu Dongyang memasuki periode perkembangan baru. Pabrik Kerajinan Tenun Bambu Dongyang Shudiao didirikan pada tahun 1958, dengan lebih dari 400 karyawan.

Pada 1960-an, Dongyang memiliki 73 titik produksi dan pengolahan tenun bambu. Sekarang, Dongyang telah mendirikan Pabrik Kerajinan Tenun Bambu Dongyang yang terpisah, dan seniman tenun bambu telah merintis dan berinovasi.

Produk tenun bambu seperti "Cense Burner Pavilion", "Nine-Dragon Wall", dan "Fisherman" telah lahir, dan menjadi produk seni nasional. (*)

Terkait

business

China dan Negara-negara Arab Perluas Kerja Sama Ekonomi

  • Esy Gracia
  • 20 Jun 2021

business

Pengiriman Ponsel 5G China Melonjak

  • Lupita
  • 20 Jun 2021

lifestyle

Simak Informasi Ini Sebelum Anda ke Beijing

  • Esy Gracia
  • 20 Jun 2021

lifestyle

Kenali Pohon-pohon Asli China

  • Esy Gracia
  • 20 Jun 2021

news

China Dukung Usaha Mikro Melalui Keuangan Inklusif

  • Lupita
  • 20 Jun 2021

news

POTRET: Tianhe di Museum Sains dan Teknologi

  • Lupita
  • 20 Jun 2021
Banner Kanan
Logo follow bolong