Baca dalam 7 menit

City Of The Week: Buddha Perunggu Terbesar di Dunia, Ada di Wuxi

Waktu Publish : 02 Nov 2021, 08:36 WIB
SHARE ARTIKEL

City Of The Week: Buddha Perunggu Terbesar di Dunia Ada di Wuxi - Image from chinadiscovery.com

Wuxi, Bolong.id - Lingshan Grand Buddha adalah patung Buddha perunggu tertinggi (88 meter) di dunia. Lokasinya di Wuxi, Provinsi Jiangsu, Tiongkok. Itu 17 meter lebih tinggi dari Buddha Raksasa Leshan di Sichuan, Tiongkok.

Wisatawan yang datang ke sana juga dapat mengunjungi Istana Brahma untuk dapat menyaksikan Sembilan Naga Memandikan Shakyamuni (九龙灌浴).

Dilansir dari chinadiscovery.com pada (01/11/2021) Lingshan Grand Buddha merupakan tanah suci buddhisme, patung buddha, dan juga tempat wisata nasional yang terdapat di Wuxi.

Lingshan Grand Buddha
Alamat: Jalan Lingshan, Distrik Hubin, Wuxi, Provinsi Jiangsu
Jam Buka: 07:00 - 17:30 (Istana Brahma: 09:00 - 18:00; Mandala Lima Mudra: 09:30 - 18:00; Museum Kebudayaan Buddha: 08:30 - 17:30)
Tiket: CNY 210 (Rp 470.190)
Waktu terbaik kunjungan: Setiap saat

Lingshan Grand Buddha - Yang Wajib Dikunjungi di Kota Wuxi. Buddha Raksasa Lingshan atau Lingshan Buddha adalah salah satu ikon atau simbol Kota Wuxi yang terletak di tepi utara Danau Taihu.

Tanah suci ini memiliki Area pemandangan patung Buddha Besar Lingshan. Patung tersebut dinamai oleh Xuanzang oleh seorang biksu Buddha Tiongkok yang terkenal di awal Dinasti Tang (618-907 M).

Patung tersebut juga dibangun pada tahun 1997. Buddha Shakyamuni perunggu di Lingshan berdiri megah setinggi 88 meter, di antaranya, tubuh Buddha setinggi 79 meter dan alas bunga teratai setinggi 9 meter.

Patung tersebut dikelilingi oleh tiga bukit dan menghadap ke Danau Taihu. Patung Buddha agung itu juga tersenyum ramah, mengamati semua makhluk hidup dan melindungi umatnya.

Pembangunan Lingshan Grand Buddha dipegang oleh Zhao Puchu, mantan ketua Asosiasi Buddhis Tiongkok. Ide inspiratifnya “Lima Buddha Agung dalam Lima Orientasi Tiongkok” telah memberikan pengaruh besar pada perkembangan Buddhisme Tiongkok.

Sekarang, pengunjung bisa melihat Wuxi Lingshan Grand Buddha di Tiongkok Timur, Hong Kong Tian Tan Buddha di Tiongkok Selatan, Leshan Giant Buddha di Tiongkok Barat, Yungang Grand Buddha di Tiongkok Utara dan Longmen Grand Buddha di Tiongkok Tengah.

Destinasi wisata sekitar Lingshan Grand Buddha

1. Sembilan Naga Memandikan Shakyamuni (九龙灌浴)

Sembilan Naga Memandikan Shakyamuni (九龙灌浴) - Image from chinadiscovery.com

Menurut Abhiniskramana-sutra klasik Buddhis, Buddha Shakyamuni dapat berbicara dan berjalan ketika ia lahir. Teratai tumbuh dan mekar di setiap langkah yang dia buat ketika dia berjalan tujuh langkah ke empat arah. Kemudian, dia menunjuk ke langit dengan satu tangan dan menunjuk ke tanah dengan tangan yang lain dan berkata,

"Saya adalah penguasa dunia yang terhormat". Saat itu, dua kolam muncul di taman dan sembilan naga muncul di langit menyemburkan air untuk memandikan Shakayamuni.

Pengunjung bisa menikmati tiruan “Sembilan Naga Mandi Shakyamuni” tersebut tidak hanya dalam cerita legendaris. Dengan musik Buddhis dimulai, enam keping bunga teratai bermekaran dan Buddha Emas setinggi 7,2 meter muncul dengan satu tangan menunjuk ke langit dan yang lainnya menunjuk ke tanah.

Kesembilan naga itu menyemburkan air setinggi sekitar 10 meter untuk memandikan patung Buddha suci. Terkadang jika cuaca memungkinkan, dapat melihat pelangi di atas air. Wisatawan bahkan dapat mencicipi air suci yang keluar dari mulut burung phoenix yang berdiri di sekitar air mancur. Dikatakan air suci karena dapat membawa keberuntungan dan Kesehatan.

Waktu Terbaik Menikmati Sembilan Naga Shakyamuni: 10:00; 11:30; 14:45; 16:45.

2. Istana Brahma (灵山梵宫)

Istana Brahma (灵山梵宫) - Image from chinadiscovery.com

Istana Brahma terletak di kaki Bukit Lingshan dengan arsitektur yang megah, tata letak yang baik, barisan tiang yang tinggi, kubah yang menjulang tinggi, dan aula berskala besar. Arsitekturnya adalah contoh untuk menghadirkan ajaran Buddha yang mendalam dengan perpaduan budaya tradisional dan modern.

Memasuki bagian dalam istana, wisatawan dapat menikmato ukiran kayu Dongyang yang sangat indah, lukisan dinding yang elegan oleh pelukis terampil Dunhuang, lukisan megah, lampu cloisonné kuno dan banyak benda-benda seni yang tersebar di Istana Brahma.

Pertunjukan inspiratif yang disebut “Ode to Auspice” (吉祥颂) diadakan setiap hari di Altar Istana Brahma.

Waktu terbaik Menikmati “Ode to Auspice”: 10:35; 11:30; 14:00 dan 16:00 (Senin sampai Jumat); 10:35; 11:30; 13:00; 14:00; 15:00 dan 16:00 (Sabtu dan Minggu). Sebelum dapat menikmati, Wisatawan harus datang 20 menit sebelumnya untuk check-in.

3. Lapangan Tangan Buddha (佛手广场)

Lapangan Tangan Buddha (佛手广场) - Image from chinadiscovery.com

Di sisi kiri Buddha's Hand Square terdapat telapak tangan Buddha terbesar di dunia dan di sisi kanannya terdapat Buddha Maitreya.

Tangan Buddha Terbesar di Dunia: Patung tangan setinggi 11,7 meter dan lebar 5,5 meter ini merupakan replika 1:1 dari tangan kanan Buddha Agung Lingshan. Bisa dibayangkan bahwa betapa megahnya Lingshan Buddha. Selain itu, pengunjung dapat mengamati atau menyentuh tangan besar itu.

Tangan kanan ini adalah “pemberian Abhaya Mudra” (施无畏印) yang berarti mengatasi penderitaan dan membebaskan semua makhluk hidup dari rasa takut. Tangan Buddha dalam bahasa Mandarin adalah "Foshou" (佛手) yang merupakan frasa homofonik dari "Fushou" (福寿 kebahagiaan dan umur panjang).

Pengunjung percaya bahwa apabila dapat menyentuh tangan besar ini akan membawa keberuntungan dan umur panjang. (*)



Terkait

lifestyle

City of The Week: Sejarah Kota Weifang

  • Djono W. Oesman
  • 22 Nov 2021

lifestyle

City of The Week: 4 Tempat Wisata di Sanya, Cocok Buat Rilek...

  • Visco Joostensz
  • 21 Nov 2021

culture

City Of The Week: 4 Tokoh Legendaris dari Sanya

  • Djono W. Oesman
  • 17 Nov 2021

lifestyle

City Of The Week: 4 Destinasi Keindahan Sanya

  • Djono W. Oesman
  • 17 Nov 2021

lifestyle

City of The Week: Indahnya Kota Tua Sanhe

  • Djono W. Oesman
  • 13 Nov 2021

lifestyle

City Of The Week: 4 Makanan Lezat Khas Wuxi

  • Djono W. Oesman
  • 05 Nov 2021
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong