Beijing, Bolong.id - Rumah Sakit Fuwai, Beijing, baru-baru ini melakukan angiografi koroner (cek pembuluh darah) terhadap pasien menggunakan robot.
Dilansir dari China.org.cn (20/03/2023) ini menggunakan robot bedah yang dapat melakukan pencitraan dan perawatan intervensi.
Selain persiapan, operasi berhasil diselesaikan hanya dalam waktu sekitar 10 menit. Pasien puas dengan prosedur dan hasilnya.
Bedah intervensi vaskular tradisional menghadapi masalah seperti kelangkaan dokter profesional dan risiko radiasi yang tinggi.
Dengan bantuan robot bedah, dokter dapat dilindungi dari radiasi, dan akurasi operasi lebih tinggi, yang sangat mengurangi kemungkinan komplikasi pasca operasi.
Selama intervensi vaskular tradisional, dokter mengenakan pakaian pelindung dengan berat hingga 20 kilogram, yang menuntut secara fisik, kata Dou Kefei di Rumah Sakit Fuwai.
Sementara itu, operasi dilakukan dengan sinar-X, tetapi tindakan perlindungan saat ini hanya dapat secara efektif melindungi sekitar 50 persen radiasi, tambah Dou.
Robot tersebut tidak hanya membantu dokter menghindari radiasi, tetapi juga membuat operasi lebih stabil karena dokter beroperasi dalam posisi duduk dan layar lebih mudah dilihat.
Selain itu, lengan robot membuat akurasi pengiriman lebih tinggi dan kontrol kabel lebih mudah, sangat mengurangi kemungkinan komplikasi pasca operasi.
Intervensi vaskular yang dibantu robot meletakkan dasar untuk operasi jarak jauh dan memungkinkan berbagai skenario yang lebih luas, kata Dou.
Menurut sebuah laporan, ada sekitar 330 juta orang dengan penyakit kardiovaskular di Tiongkok, dan tingkat prevalensi serta jumlah pasien terus meningkat.
Lebih dari 1.800 rumah sakit di Tiongkok telah melakukan operasi intervensi vaskular, dan jumlah operasi intervensi koroner mencapai 5,04 juta pada tahun 2019, di mana sekitar 4 juta di antaranya adalah angiografi.
Keberhasilan angiografi koroner berbantuan robot akan membantu mempromosikan aplikasi klinis robot bedah dalam operasi intervensi koroner, kata Dou.
Robot intervensi vaskular diharapkan menjadi alat utama generasi baru operasi intervensi di masa depan, memberi manfaat bagi lebih banyak pasien, tambah Dou.(*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement