Baca dalam 3 menit

Disebut "Kurang Transparan" terkait Pengaturan Tim WHO di Wuhan, China Harap AS dapat Contoh Sikap Aktif Beijing

Waktu Publish : 07 Feb 2021, 23:09 WIB
SHARE ARTIKEL

Wang Wenbin - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id - Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin berharap Amerika Serikat (AS) mengadopsi sikap aktif, ilmiah, dan kooperatif dalam masalah penelusuran dan pemeliharaan transparansi seperti China. Ia juga berharap untuk turut mengundang para ahli dari WHO ke AS demi melakukan penelitian penelusuran pandemi sehingga memberikan kontribusi positif bagi kerja sama anti-epidemi internasional dan penelusuran ilmiah. Harapan ini ia kemukakan dalam konferensi pers regulernya pada Selasa (2/1/2021).

Dalam konferensi pers ini, seorang reporter juga meminta respon Beijing atas penilaian Menteri Luar Negeri AS, Antony J. Blinken, yang menyebutkan bahwa pengaturan tim ahli WHO di Wuhan "kurang transparan".

Wang Wenbin pun menyatakan, bahwa sejak wabah epidemi, China selalu mempertahankan sikap terbuka dan transparan selain memelihara komunikasi dan kerja sama yang erat dengan WHO tentang keterlacakan virus global

"Pakar WHO telah datang ke China tiga kali untuk berkomunikasi dengan China tentang topik terkait. Kali ini pakar WHO datang ke China sebagai bagian dari kerja sama penelitian ilmiah penelusuran global. Pemerintah China telah memberikan dukungan dan bantuan yang kuat untuk ini. Rekan-rekan pakar dari WHO dan pakar dari China berbagi banyak informasi dan hasil penelitian, serta melakukan pertukaran mendalam tentang masalah ilmiah yang menjadi perhatian bersama. WHO dan pakar internasional memberikan komentar positif tentang hal ini.” jelas Wang Wenbin.

Wang Wenbin menilai, pelacakan virus adalah masalah ilmiah yang kompleks yang melibatkan banyak negara dan tempat. Banyak petunjuk, laporan, dan penelitian telah menunjukkan bahwa epidemi telah menyebar di banyak tempat di seluruh dunia dan bukan hanya di China sejak paruh kedua tahun 2019.

"Izinkan saya memberi contoh: menurut laporan penelitian Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, terdapat antibodi terhadap virus korona baru di beberapa sampel donor darah Amerika pada Desember 2019. Waktu dikonfirmasinya kasus pneumonia koroner baru adalah 21 Januari 2020. " ucap Jubir Kementerian Luar Negeri itu.

Matsnaa Chumairo/Penerjemah 

Esy Gracia/Penulis

Terkait

technology

Akankah Tiongkok Bergantung Pada Pendidikan Online, Setelah ...

  • Nabila Caya
  • 03 Apr 2020

news

Memanfaatkan Anak Di Bawah Umur Untuk Aksi Kriminal, Hukuman...

  • Aisyah Hidayatullah
  • 23 Apr 2020

news

Bikin Terharu, Inilah Perayaan Hari Ibu di Tiongkok

  • Aisyah Hidayatullah
  • 10 May 2020

health

Berikut Ini adalah Tips Bermanfaat dari UNICEF: Makan Mudah,...

  • Aisyah Hidayatullah
  • 10 May 2020

news

Makin Maju, Tiongkok Punya Ratusan Juta Pengguna Internet di...

  • Aisyah Hidayatullah
  • 13 May 2020

health

Akhirnya Sekolah Kembali Aktif, Psikolog Sarankan untuk Perh...

  • Nabila Caya
  • 16 May 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong