Lama Baca 4 Menit

Sejarah Opera Peking

17 May 2021, 13:44 WIB

Sejarah Opera Peking-Image-1

Opera Peking China - Gambar diambil dari Internet, jika ada keluhan hak cipta silakan hubungi kami.

Beijing, Bolong.id – Opera Peking lahir di Beijing. Opera Hui adalah pendahulu Opera Peking. Sejak tahun ke 55 kekaisaran Qianlong dari Dinasti Qing (1790), empat kelas Opera Hui yang awalnya tampil di selatan Sanqing, Sixi, Chuntai, dan Hechun memasuki Beijing satu demi satu.

Kelompok opera ini kemudian bekerjasama dengan para musisi Han dari Hubei, mengadaptasi musik dan gaya dari pertunjukan Opera Kunqu dan Opera Qin, serta menyerap beberapa lagu rakyat lokal hingga akhirnya membentuk Opera Peking.

Dilansir dari Chinawenhua.com, pada periode Qianlong hingga Daoguang di Dinasti Qing, opera di Beijing didominasi oleh Opera Qin, Opera Yiyang, Opera Gaoqiang dan Kunqu. 

Pada tahun-tahun awal Daoguang, aktor dari Anhui dan Hubei datang ke Beijing dan menampilkan dua jenis drama yang berbeda. Di Beijing mereka pun menjadi kubu terpisah yang tidak saling mengganggu. Namun, dalam setiap pertunjukan, kedua pertunjukan akan menampilkan genre Bangzi yang digemari oleh penonton di Beijing.

Selanjutnya, kelompok Anhui dan Hubei pun menggunakan alat musik perkusi serta cenderung memiliki spesialisasi Opera Kunqu. 

Beberapa aktor Beijing pun ikut dalam pertunjukan dan akhirnya aksen Beijing digunakan. Kemudian, opera Hui dan Hu secara bertahap bergabung menjadi satu yang dikenal juga sebagai Pihuang dan akhirnya menjadi embrio opera Peking.

Sejak itu banyak aktor yang datang ke Beijing dan empat klub telah didirikan. Namun, karena ada lebih banyak orang Anhui daripada di Hubei, pembagian yang muncul disebut Empat Kelas Hui. 

Pada saat itu, empat kelas Hui utama adalah Sanqing, Sixi, Chuntai, Hechunbu, sebagaimana ditetapkan oleh kantor administrasi kelompok pelakon itu. Adapun kelas Sanqing didominasi oleh siswa lama, Sixi didominasi oleh pemeran danjiao, Chuntai didominasi oleh pemuda, dan Hechun didominasi oleh seni bela diri.

Pada masa pemerintahan Tongzhi dan Guangxu, opera Peking menduduki tempat pertama di antara semua jenis opera. Kini, berkat upaya para penggiat drama, 

Opera Peking telah berkembang dan berhasil menjadi salah satu genre opera terbesar di Tiongkok. Opera Peking pun kini seringkali dipertontonkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Luar Negeri menjadi pembawa pesan budaya Tiongkok sejak dulu.

Tiongkok mengirim rombongan Opera Peking untuk mengunjungi pertunjukan di seluruh dunia. Di antara mereka, Mei Lanfang, seorang aktor Opera Peking tersohor di masanya mengunjungi Uni Soviet pada tahun 1952, 1957 dan 1960, dan mengunjungi Jepang untuk ketiga kalinya pada tahun 1956. 

Ia pun memenangkan penghargaan besar bagi budaya tradisional Tiongkok di luar negeri. 

Penampilannya yang luar biasa tidak hanya membuat dunia mengagumi opera Peking Tiongkok, tetapi juga memberikan pengaruh besar pada seni teater dan film di Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat. Bahkan, ahli drama Stanislavsky dan Brecht belajar juga belajar dari seni pertunjukan Mei Lanfang. (*)