Lama Baca 3 Menit

Sejarah Layang-layang (风筝), Jadi Alat Perang di China

13 January 2021, 18:42 WIB

Sejarah Layang-layang (风筝), Jadi Alat Perang di China-Image-1

Layang-layang - Image from kelaspintar.id

Jakarta, Bolong.id - Layang-layang atau dalam  bahasa mandrin disebut Fēngzhēng (风筝) pertama dibuat oleh Lu Ban, seorang tukang kayu dari Dinasti Zhou. Dari tangannyalah lahir layang-layang pertama di Tiongkok, sekitar 2.500 tahun yang lalu.

Pada jaman itu, layang-layang tidak dimainkan seperti sekarang. Tapi dijadikan sebagai alat perang. Sehingga karena jasanya, Lu Ban dijadikan God of Architecture.

Layangan Tiongkok kuno terbuat dari bahan sederhana seperti kayu dan kain.

Menurut catatan sejarah, pada tahun 202 sebelum masehi, ada seorang kaisar bernama Liu Bang dari Dinasti Han. Kerajaan ini berperang dengan Xiang Yu.

Berusaha untuk menang, Kaisar Liu mencari cara untuk melawan pasukan dari Xiang Yu. Di tengah kecamuk perang, seorang jendral menghadap Kaisar Liu.

Jendral tersebut bernama Han Xin. Jenderal Han mengusulkan untuk membuat layang-layang. Layang-layang ini bukan yang biasa, dibuat dari kulit sapi dan sangat kuat.

Layang-layang tersebut dengan dibuat sangat besar dan bisa mengangkut satu orang prajurit. Kemudian, layang-layang tersebut diterbangkan dan diikat dengan tali di atas kemah pasukan Xiang Yu.

Esensi bermain layangan

Sejarah Layang-layang (风筝), Jadi Alat Perang di China-Image-2

Layang-layang - Image from kompas.com

Mengutip laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), layang-layang adalah sejenis permainan yang dimainkan anak-anak maupun orang dewasa.

Pada umumnya, layang-layang ini dimainkan pada musim angin kencang karena apabila tidak ada angin tidak bisa terbang.

Peranan angin sangat besar untuk bermain layang-layang. Selain itu, para pemain harus cakap dan terampil sehingga layang-layang yang dimainkan bisa terbang.

Jika tidak memperhatikan hal tersebut maka layang-layang akan sulit untuk terbang. Tempat yang selalu menjadi sasaran permainan adalah lapangan terbuka dan luas, seperti lapangan hingga tepi pantai. (*)