Baca dalam 3 menit

Gawat! Satelit Telkom-3 Diperkirakan Jatuh di China

Waktu Publish : 09 Feb 2021, 16:32 WIB
SHARE ARTIKEL

Ilustrasi - Image from cnbcindonesia

Bolong.id - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menginfokan Satelit Telkom-3 jatuh ke bumi dan diperkirakan jatuh di sekitar Mongolia, China. Pada jumat (5/2/2021) sekitar pukul 14.30 - 18.30.

Satelit yang awalnya hilang sesaat saat diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhtan, tahun 2012.

Lapan Rhorom Priyatikanto menginformasikan lokasi satelit telokm-3 belum dipastikan, namun prediksi terakhir ini satelit jatuh di sekitar Mongolia, China.

Dr. Rhorom Priyatikanto, menyebutkan sejak 30 Januari 2021, satelit tersebut mencapai puncak ketinggian reentry pada 5 Februari 2021. LAPAN mamaparkan SatelitTekom-3 (COSPAR-ID 2012 -044A, NORAD-ID 38744) adalah buatan ISS Reshetnev, Rusia. Diluncurkan pada 66 Agustus 2021 dari Baikonur Cosmodrome, Kazahkstan dikarenakan masalah teknis menyebabkan gagal mencapai orbit.

Satelit Telkom-3 memeliki massa 1.845 ton yang mengandung bahan radioaktif dan diprediksi sebagian besar bobot satelit akan terbakar saat memasuki atmosfer sampai tersisa 10% - 40% dari massa pada awalnya.

Berdasarkan konvensi internasional, kata Rhorom negara peluncur satelit bertanggung jawab penuh atas korban atau kerugian yang timbul atas benda jatuh antariksa. Adapun negara peluncur meliputi negara pemilik, negara yang meluncurkan, serta negara tempat peluncuran.

"Sehingga pihak Indonesia dalam hal ini PT. Telkom, dimana sesuai amanat UU 21 tahun 2013, adalah pemilik benda antariksa, telah memiliki asuransi untuk menutup kemungkinan kerugian yang terjadi terhadap pihak ketiga dari peristiwa re-entry ini," ujarnya.

LAPAN menjelaskan jatuhnya Satelit Telkom-3 ini yang memiliki orbit dengan iklinasi
49,9° diperkirakan akan memakan korban jiwa yang rendah yaitu sekitar 1:140000. Pertimbangan utama perkiraan resiko tersebut adalah distribusi populasi manusia tahun 20021 dan inklinasi orbit Satelit Telkom-3.

"Proses meluruhnya ketinggian suatu benda antariksa juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca antariksa (selain oleh karakteristik benda bersangkutan seperti massa dan orientasi/sikap)," tulis Lapan.

-Alifa Asnia

Terkait

news

Tren Bedah Telinga Peri Semakin Diminati Kaum Muda di China

  • Lupita
  • 13 Jun 2021

news

Anak di China Dilindungi dalam 6 Aspek

  • Djono W. Oesman
  • 09 Jun 2021

culture

Pergi ke Tiongkok Wajib Beli Oleh-oleh Ini

  • Lupita
  • 06 Jun 2021

health

Anak Derita Asma? Kenali Penyebabnya

  • Lupita
  • 05 Jun 2021

news

China Izinkan Warga Punya Tiga Anak

  • Nurul Diah
  • 03 Jun 2021

news

Pemerintah China Tekankan Pendidikan dan Kesehatan yang Baik...

  • Visco Joostensz
  • 03 Jun 2021
Banner Kanan
Logo follow bolong