Lama Baca 2 Menit

Sejarah Festival Lampion (元宵节), Tanda Akhir Periode Tahun Baru Imlek

24 February 2021, 11:58 WIB

Sejarah Festival Lampion (元宵节), Tanda Akhir Periode Tahun Baru Imlek-Image-1

Festival Lampion - Image from kompas.com

Jakarta, Bolong.id - Dirayakan pada hari ke-15 bulan pertama Imlek, Festival Lampion (元宵节;yuán xiāo jié) secara tradisional menandai akhir periode Tahun Baru Imlek (Festival Musim Semi). 

Pada tahun ini akhir periode tahun baru Imlek jatuh pada hari Jumat, 26 Februari 2021.

Festival ini memiliki banyak makna, salah duanya reuni keluarga dan hari pembebasan. Beberapa orang menyebut Festival Lampion sebagai Hari Valentine Tiongkok. Saat festival diselenggarakan, banyak tradisi spiritual kuno yang ditampilkan.

Saat festival lampion biasanya orang-orang menyalakan lampion, melihat bulan, bermain teka-teki, pertunjukan barongsai, menyantap makanan tradisional, dan masih banyak lagi.

Sejarah

Festival Lampion telah ada lebih dari 2000 tahun silam pada Dinasti Han Barat. Perayaan ini ditetapkan oleh Kaisar Wu sebagai ritual pemujaan untuk salah penguasa alam semesta bernama Taiyi.

Setelah terjadi kerusuhan karena perebutan kekuasaan, Kaisar Wen sebagai kaisar baru menetapkan tanggal 15 untuk merayakan perdamaian dan menjadi hari libur nasional.

Setiap rumah merayakan kebahagiaan dan bersenang-senang dengan menyalakan lampion dan lilin. Sementara, Kaisar Ming dari Dinasti Han Timur setelah mendapat informasi bahwa para Biksu menyalakan lilin untuk Sang Buddha setiap tanggal 15.

Ia langsung memerintahkan kuil dan istana untuk ikut menyalakan lilin. Bagi warganya diperintahkan menggantung lampion. Hal itu menjadi awal kemunculkan Festival Lampion, yang berasal dari gabungan kedua acara itu. (*)