Lama Baca 2 Menit

Menilik Vihara Toasebio di Glodok, Jakarta

04 September 2022, 17:20 WIB

Menilik Vihara Toasebio di Glodok, Jakarta-Image-1

Vihara Toasebio

Bolong.id – Bangunan tua di Jalan Kemenangan III, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat yang dulu dikenal dengan sebutan Jalan Toasebio ini masih kokoh berdiri hingga saat ini. Terdapat sosok naga gagah menaungi setiap ujung atapnya. Selain itu, ada pula sebuah bedug merah berukuran satu meter tergantung di sebelah kanan depan bangunan, dan warna merah menyala hampir menyelimuti seluruh tembok bangunan.

Dilansir dari berbagai sumber, vihara yang berada sekitar sepuluh meter dari kelokan pertama Kawasan Petak Sembilan, Wihara Dharma Jaya Toasebio ini merupakan tempat ibadah umat Buddha tertua di wilayah setempat.

Toasebio sendiri adalah gabungan dari dua kata yakni “Toase” yang berarti "pesan" dan “Bio” adalah "kelenteng". Sehingga dimaksudkan kelenteng ini “menghormati pesan yang dibawa dari Tiongkok”. Umat penganut ajaran Terawada dan Terayana membaur menjadi satu di tempat ini.

Terdapat 18 altar di vihara dengan masing-masing fungsi. Angka 1 hingga 18 pun telah dituliskan di setiap altar guna memberikan petunjuk. Tampak seorang pria lanjut usia kembali berdoa dengan khusyuk setelah sedikit tertatih berpindah ke altar nomor 8.

Bangunan dengan luas 1.324 meter persegi ini awalnya dimiliki oleh seorang tuan tanah dengan marga Tan, kemudian dihibahkan ke Yayasan Dharma Jaya Toasebio setelah generasi ke empat. Hingga kini, jumlah pengurus vihara mencapai 38 orang.

Vihara ini mempunyai sejarah panjang yang berhubungan dengan tragedi Angke, peristiwa pembantaian kolonial Belanda terhadap etnis Tionghoa dan aksi pembakaran massal pada tahun 1740 silam. (*)


Informasi Seputar Tiongkok