Baca dalam 3 menit

Sejarah Jubah Naga, Pakaian Kekaisaran China Kuno

Waktu Publish : 03 May 2021, 07:00 WIB
Sumber : Toutiao
SHARE ARTIKEL

Lukisan salah satu Kaisar Tiongkok - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami

Bolong.id - Jubah naga atau pakaian istana kaisar Tiongkok kuno, disulam dengan pola berbentuk naga. Jubah ini juga dikenal sebagai Long Gun. Dapat dilihat dari kostum drama bahwa kostum dinasti masa lalu tidak sama. Kaisar kuno disebut kaisar naga sehingga kostum mereka umumnya memiliki pola naga.

Pada zaman dahulu, naga melambangkan kekuasaan dan supremasi, oleh karena itu hanya kaisar yang dapat menggunakan pola ini. Jika pola yang melambangkan status kaisar digunakan oleh orang-orang biasa, itu dianggap tindak pidana kejahatan, dan dianggap ingin memberontak.

Dilansir dari toutiao.com, kostum semua dinasti berbeda, begitu pula jubah naga. Pada masa Dinasti Tang, orang biasa diperbolehkan memakai jubah naga, tetapi corak naga tidak boleh muncul di atasnya. Dinasti Tang memang lebih terbuka daripada dinasti lain dalam segala aspek.

Di dinasti lain, tidak seorang pun kecuali kaisar dapat mengenakan jubah naga. Kuning adalah warna eksklusif kaisar, dan tidak seorang pun kecuali kaisar yang dapat memakainya.

Jubah Naga Kaisar - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami

Walaupun jubah naga melambangkan identitas dan status kaisar, itu juga merupakan semacam pengekangan bagi mereka, karena mengenakan jubah naga juga terbagi dalam beberapa kesempatan. Misalnya, kaisar harus mengenakan jubah naga tidak peduli musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin.

Jubah naga membutuhkan banyak orang untuk membuatnya. Teknologi bordir dan kerumitan pembuatannya diuji disini. Namun, ada saja orang yang berdedikasi untuk melakukan setiap proses pembuatan jubah naga. Meski upah dari pekerjaan ini sangat murah, namun risikonya sangat besar.

Proses pembuatan jubah naga sangat rumit. Menurut catatan, dibutuhkan beberapa tahun untuk menyelesaikan jubah naga, dan itu dibuat dengan tangan. Banyak orang yang penasaran, apa yang harus dilakukan jika jubah naga kotor dan bau?

Pertama-tama pakaian bangsawan jaman dahulu jarang dicuci dengan tangan, jika jubah mulai berbau akan diasap dengan aromaterapi, agar masalah bau bisa teratasi. Biaya pembuatan jubah naga jauh lebih tinggi dari pada pakaian biasa, dan tidak memenuhi persyaratan produksi massal.

Perwujudan Jubah naga Kaisar dalam drama - Image from Internet. Segala keluhan mengenai

Masalah ini mencerminkan kemewahan bangsawan kerajaan pada masa itu. Menurut catatan, dinasti Qing mendirikan departemen khusu untuk membuat jubah naga dengan anggota 2000 orang. Ini menunjukkan bahwa jubah naga sangat berharga dan mahal pada masa itu.

Namun, ada yang lebih mengejutkan, beberapa jubah naga kaisar hanya dipakai sekali dan langsung dibuang. Ini membuat rakyat sangat sulit menerima pemborosan ini. Tapi di zaman kuno, tidak semua kaisar boros, contohnya kaisar Chongzhen dari Dinasti Ming.

Di era yang bergejolak itu, sebagai seorang kaisar, dia tidak menjalani kehidupan yang boros, dan bahkan ia menganjurkan untuk melakukan penghematan.

Saat membuat jubah naga Kaisar Chongzhen, para pekerja mengurangi spesifikasinya menjadi model yang paling hemat dan memakainya berulang kali. Jika muncul lubang, maka akan ditambal dan kemudian dipakai lagi. (*)

Informasi seputar Tiongkok



Banner Kanan
Logo follow bolong