Lama Baca 5 Menit

Mengenal Sejarah Hari Buruh di China dan Perayaannya Saat Ini

01 May 2022, 15:00 WIB

Mengenal Sejarah Hari Buruh di China dan Perayaannya Saat Ini-Image-1

Buruh di China - Image from The Diplomat


Bolong.id - Hari Buruh Internasional, juga disebut Hari Buruh atau (Guójì Láodòngjié) dalam bahasa Tionghoa, adalah hari libur internasional yang umumnya dirayakan pada tanggal 1 Mei setiap tahun di lebih dari 80 negara di seluruh dunia. Ini merayakan pencapaian para pekerja dunia.

Karena hari raya ini juga dirayakan pada tanggal 1 Mei di Tiongkok, maka kadang-kadang disebut sebagai (Wǔ-Yī Jié) atau hanya (Wǔ-Yī) dalam bahasa Mandarin, nama alternatif yang sering diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai “Hari Buruh”.

Sejarah Hari Buruh Internasional

Asal-usul Hari Buruh Internasional dimulai di Amerika Serikat pada tahun 1886 ketika para pekerja di seluruh negeri keluar dari pekerjaan mereka sebagai protes atas jam kerja yang panjang, menuntut delapan jam sehari.

Aktivisme awal ini kemudian berkembang menjadi memperjuangkan hak lebih lanjut dan praktik perburuhan yang lebih manusiawi dengan fokus pada penghapusan pekerja anak, tuntutan kondisi kerja yang lebih adil dan lebih aman, dan lebih banyak hak pekerja, serta gagasan untuk mengadakan hari libur.

Hari Buruh dan Tiongkok


Kegiatan Hari Buruh pertama di Tiongkok dikatakan telah diadakan pada tanggal 1 Mei 1920. Kemudian, antara tahun 1921 dan 1922, para aktivis mendirikan pusat-pusat untuk mendidik pekerja biasa, mengorganisir serikat pekerja, dan mendorong kondisi yang lebih baik bagi pekerja industri sehari-hari.

Hanya sebulan setelah berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1949, Dewan Administrasi Pemerintah dari Pemerintah Rakyat Pusat (中央人民政府政务院 zhōng yāng rén mín zhèng fǔ zhèng wù yuàn) secara resmi menyatakan 1 Mei sebagai Hari Buruh.

Hari Buruh dirayakan di Tiongkok hari ini

Hari Buruh awalnya merupakan hari libur satu hari di Tiongkok, tetapi sejak itu telah mengalami banyak perubahan berbeda.

Pada tahun 1999, Dewan Negara Tiongkok (国务院 Guó wù yuàn) memutuskan untuk menambah durasi Hari Buruh dan menjadikannya bagian dari tiga serangkai “Minggu Emas”, yang berarti bahwa itu akan menjadi hari libur tujuh hari, bersama dengan Tahun Baru Imlek dan Hari Nasional. Namun, pada tahun 2008, Hari Buruh dicopot dari gelar "Minggu Emas" dan secara resmi menjadi hari libur tiga hari.

Namun, pada Maret 2019, Dewan Negara China sekali lagi mengumumkan bahwa Hari Buruh 2019 akan berlangsung selama empat hari.

Untuk tahun 2020 dan 2021, Dewan Negara menyatakan bahwa libur hari buruh mulai 1 - 5 Mei, menunjukkan bahwa panjang liburan yang lebih panjang ini dapat menjadi aturan permanen perayaan Hari Buruh ke depan.

Minggu Emas dan ledakan ekonomi

Hari Buruh, bersama dengan hari libur lainnya yang disebut sebagai “Minggu Emas”, memainkan peran ekonomi yang sangat besar di Tiongkok. Semakin lama masa liburan berbayar berarti semakin banyak keluarga yang dapat menggunakan waktu istirahat ini untuk melakukan kunjungan keluarga jarak jauh atau bepergian untuk liburan semata.

Banyak bisnis juga memanfaatkan liburan ini untuk menjual produk dengan harga diskon.

Ini biasanya merupakan periode yang menyenangkan ketika orang-orang menikmati istirahat mereka, terlibat dalam berbagai kegiatan rekreasi, seperti bepergian ke rumah keluarga mereka, makan di luar bersama teman dan mengunjungi atraksi domestik.

Akibatnya, liburan Hari Buruh adalah periode aktivitas perjalanan yang sangat tinggi yang membantu mendukung pasar pariwisata domestik Tiongkok. Bahkan, setelah diperpanjang menjadi 4 hari pada 2019, biro perjalanan melaporkan peningkatan besar dalam pemesanan penerbangan keluar. (*)