Lama Baca 4 Menit

Li Changchun, Atlet Pertama Tiongkok di Olimpiade 1932

16 August 2021, 11:09 WIB



Li Changchun, Atlet Pertama Tiongkok di Olimpiade 1932-Image-1

Liu Changchun - Image from All Things Chinese

Beijing, Bolong.id - Sprinter Tiongkok Su Bingtian mencetak rekor Asia 9,83 detik di semifinal lari 100 meter putra di Olimpiade Tokyo, 1 Agustus 2021. Tidak banyak yang tahu, bahwa orang Tiongkok menunggu rekor 9,83 detik ini selama 89 tahun.

Dilansir dari 年华聊传奇 pada Minggu (15/08/2021), orang pertama yang mewakili Tiongkok di Olimpiade Los Angeles, Amerika Serikat (AS) 1932 namanya Liu Changchun. Ia lahir di Distrik Ganjingzi, Kota Dalian, Provinsi Liaoning.

Pada 12 Juni 1932, Shanghai mengumumkan dan menerbitkan berita yang mengejutkan seluruh negeri. Berita itu menunjukkan bahwa pertemuan persiapan Olimpiade Los Angeles menerima pendaftaran Manchukuo ( negara boneka manchuria) untuk ikut Olimpiade. Lebih lagi adalah negara boneka Manchukuo yang dipimpin oleh Jepang pada saat itu telah memutuskan untuk mengirim Liu Changchun ke Olimpiade di Los Angeles.

Ketika Liu Changchun mendengar ini, dia dengan tegas mengatakan bahwa itu tidak mungkin. Liu menolak mewakili Manchukuo. Untungnya, kemudian Manchukuo tidak diizinkan untuk berpartisipasi dalam Olimpiade tanpa persetujuan dari Olimpiade Internasional.

Pada saat itu, Tiongkok mendesak untuk meminta akomodasi untuk pendaftaran pada pihak Olimpiade. Pada tanggal 26 Juni 1932, pertemuan persiapan Tiongkok untuk Olimpiade menerima jawaban dan menyetujui bahwa peserta Tiongkok adalah Liu Changchun, yang segera dipindahkan ke Shanghai untuk pelatihan.

Namun, biaya perjalanan ke Amerika Serikat menghabiskan banyak uang. Untungnya, Jenderal Zhang Xueliang, yang adalah presiden Universitas Timur Laut pada saat itu, menyumbangkan dana untuk Liu Changchun.

Setelah perjalanan laut selama 21 hari, Liu Changchun tiba di Amerika Serikat. Namun upacara pembukaan akan langsung diadakan keesokan harinya. Jadi, Liu tiba di saat hampir upacara pembukaan.

Selama tiga minggu berlayar di laut, kekuatan fisik Liu Changchun sudah merosot drastis. Karena, sejak sebulan sebelumnya, untuk menghemat uang, Liu Changchun hanya makan sekali sehari.

Tapi dia tetap ingin pergi, karena dia tahu jika dia tidak mengibarkan bendera Tiongkok, maka "Tiongkok" yang dilihat masyarakat internasional hanyalah negara boneka Manchukuo. Begitulah spirit nasionalisme Liu.

Dengan cara ini, Liu Changchun, yang dalam kondisi fisik yang sangat buruk, memaksakan diri naik ke lapangan. Namun pada akhirnya dia tidak dapat berpartisipasi dalam kompetisi karena keadaan fisik yang memburuk.

Ini adalah Olimpiade pertama bagi Tiongkok. 89 tahun yang lalu, Liu Changchun dengan beraninya maju ke panggung internasional pada saat yang paling sulit bagi bangsa Tiongkok. Walaupun dia batal tanding. Tapi, dia hadir di olimpiade, mewakili Tiongkok.

Maka, kemenangan Su Bingtian di Olimpiade Tokyo lalu, punya arti penting bagi Tiongkok. (*)