Baca dalam 3 menit

Menlu China: Program 'China Initiative' AS Hanya Sebuah Alat Untuk Menahan dan Menekan China

Waktu Publish : 15 Sep 2021, 19:59 WIB
Sumber : CGTN
SHARE ARTIKEL

Stanford University - Image from CFP

Bolong.id – “China Initiative adalah alat bagi pasukan anti-Tiongkok di AS untuk menyalahgunakan konsep keamanan nasional untuk menahan dan menekan China,” kata Zhao Lijian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, dalam konferensi pers reguler pada Selasa (14/9/2021).

Dilansir dari CGTN pada Rabu (15/9/2021), sekelompok 177 anggota fakultas Stanford pada hari Senin (13/9/2021) mengirim surat terbuka ke Departemen Kehakiman AS (Department of Justice DOJ), mengkritik China Initiative yang diluncurkan oleh pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump pada 2018.

"China Initiative telah menyimpang secara signifikan dari misi yang dituju; itu merugikan penelitian dan daya saing teknologi Amerika Serikat, dan itu memicu bias yang pada gilirannya, meningkatkan kekhawatiran tentang profil rasial," kata mereka.

Menurut Zhao, media telah mengungkap bahwa China Initiative menetapkan target sebelum menyelidiki kasus, dan pengabaian keadilan peradilan seperti itu hanya akan mengarah pada kasus-kasus yang melibatkan tuduhan yang tidak adil, dan salah.

Hingga akhir Maret, tidak ada satu pun yang disebut Contoh Kasus Terkait Tiongkok yang diposting di situs web DOJ yang melibatkan kekayaan intelektual atau pencurian komersial, dengan tuduhan mulai dari penipuan hingga penggambaran yang keliru dan penghindaran pajak.

Surat bersama yang ditandatangani oleh anggota fakultas sekali lagi membuktikan bahwa semakin banyak orang di AS telah menyadari bahwa China Initiative pada dasarnya adalah alat bagi pasukan anti-Tiongkok di AS untuk menyalahgunakan konsep keamanan nasional untuk menahan dan menekan Tiongkok tambahnya.

Inisiatif ini tidak hanya berdampak serius pada hubungan Tiongkok-AS, tetapi juga memperburuk diskriminasi rasial di AS dan menyebabkan kerusakan parah pada komunitas Asia-Amerika.

"Kami mendesak pihak AS untuk mengindahkan seruan yang adil dari semua lapisan masyarakat di AS, dengan sungguh-sungguh memperbaiki kesalahannya dan berhenti mengganggu pertukaran normal dan kerja sama antara Tiongkok dan AS dalam sains, teknologi, budaya, dan bidang lainnya," kata Zhao. (*)


Informasi Seputar Tiongkok

Terkait

culture

SEJARAH: 1988 Nanjing Mulai Pakai Uang Kertas Bank China

  • Djono W. Oesman
  • 13 Oct 2021

lifestyle

Putaran Pertama Piala Thomas, China Kalahkan Tahiti 5-0

  • Lupita
  • 12 Oct 2021

news

10 CEO Teratas di China Versi Forbes China

  • Lupita
  • 12 Oct 2021

culture

Lengenda Raja Naga dan Tepung Goreng

  • Djono W. Oesman
  • 09 Oct 2021

news

AS Ungkap Strategi Dagang dengan China

  • Djono W. Oesman
  • 05 Oct 2021

news

Tiktoker Cross-Dressing Dilarang du China Karena Dianggap Se...

  • Lupita
  • 03 Oct 2021
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong