Baca dalam 3 menit

Kisah di Balik Kos-kosan Lahirnya Sumpah Pemuda Oleh Sie Kong Lian, Warga Etnis Tionghoa

Waktu Publish : 26 Oct 2021, 17:41 WIB
SHARE ARTIKEL

Sie Kong Lian dan Rumahnya yang Bersejarah - Image from Pikiran Rakyat

Bolong.id - Sejarah tercatat di dalam sebuah rumah dengan arsitektur era kolonial yang berdiri tegak di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta. Ini adalah tempat lebih dari 700 pemuda dari berbagai daerah berkumpul untuk menghadiri Kongres Pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 silam.

Pada tahun 1927 hingga 1934, rumah seluas 460 meter persegi itu dijadikan sebagai tempat kos-kosan para pelajar Sekolah Pendidikan Dokter Hindia (Stovia). Rumah itu juga sekaligus menjadi markas bagi para tokoh pemuda pergerakan. Diketahui Muhammad Yamin, Aboe Hanifah, Amir Sjarifuddin, A.K. Gani, Mohammad Tamzil, dan Assaat dt Moeda pernah tinggal di sana.

Di balik itu semua ada Sie Kong Lian (薛国良) seorang etnis Tionghoa yang merupakan sang pemilik kos yang memberikan kebebasan bagi para pelajar untuk menggelar diskusi itu. Sampai akhirnya rumah itu dijadikan sebagai lokasi Kongres Pemuda kedua dimana itu adalah cikal bakal sumpah pemuda.

Ada beberapa tujuan yang ingin ditegaskan dalam Sumpah Pemuda yaitu semangat persatuan. Setelah seluruh pembicara selesai mengucapkan pidatonya dan seluruh yang hadir tidak lagi memberikan tanggapan. Pemuda Kongres mengambil keputusan sebagai berikut

"Kerapatan pemuda-pemuda Indonesia yang diadakan oleh perkumpulan-perkumpulan pemuda yang berdasarkan kebangsaan dengan nama, Jong Java, Jong Sumatera Bond, Pemuda Indonesia, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, Pemuda Kaum Betawi, dan PPPI membuka rapat pada 27-28 Oktober 1928 di Jakarta.

Dalam rapat itu lalu mengambil keputusan tentang isi kongres pemuda.

Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 menjadi bukti kesadaran penduduk di nusantara akan nasionalisme dan kebangsaan Indonesia. Tahukah kamu apa yang menjadi latar belakang Sumpah Pemuda?

Latar belakang Sumpah Pemuda Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, latar belakang terjadinya Sumpah Pemuda karena beberapa faktor antara lain:

1. Politik Etis Belanda

2. Berkembangnya pers

3. Kemunculan berbagai organisasi kepemudaan

Berbagai faktor latar belakang tersebut menyebabkan berkembangnya masa pergerakan kebangsaan, suatu periode yang sangat penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Dalam periode pergerakan kebangsaan ini telah terjadi peristiwa yang sangat penting dan monumental yaitu peristiwa Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda adalah puncak (klimaks) dari sebuah perjuangan untuk mempersatukan seluruh bangsa menuju cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Berbagai faktor latar belakang tersebut menyebabkan berkembangnya masa pergerakan kebangsaan, suatu periode yang sangat penting dalam sejarah perjuangan bangsa. (*)


Informasi Seputar Tiongkok

Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong