Lama Baca 2 Menit

111 Ton Besi Proyek Kereta Cepat Dicuri, KCIC: Itu Bukan Komponen Konstruksi Utama

14 November 2021, 18:03 WIB

111 Ton Besi Proyek Kereta Cepat Dicuri, KCIC: Itu Bukan Komponen Konstruksi Utama-Image-1

Rel kereta - Image from Kompas

Jakarta, Bolong.id - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyebutkan, 111 ton besi proyek KCIC atau Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang dicuri maling di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, bukan komponen konstruksi utama. 

"Konstruksi utama KCJB aman. Besi-besi yang dicuri hanya untuk keperluan temporary support seperti H-beam, scaffolding, dan sebagainya. Bukan besi tulangan yang dipakai pada konstruksi lintasan atau stasiun," kata Sekretaris PT KCIC Mirza Soraya dalam keterangannya, Kamis (11/11/2021). 

Terkait dugaan keterlibatan pegawai 'orang dalam', Mirza mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum mendapat indikasi adanya hal tersebut. PT KCIC akan menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus pencurian ini kepada polisi. 

"Kami juga akan memberikan dukungan penuh kepada kepolisian untuk mengungkap semua pelaku," kata Mirza. 

Polisi telah menangkap lima anggota komplotan maling yang mencuri besi proyek KCIC di wilayah Cipinang Melayu. Tujuh tersangka lainnya masih diburu polisi.

"Dari jumlah (besi) yang diambil dan sudah dijual itu sekitar 111.081 kilogram. Ini cukup mencengangkan dengan berbagai jenis besi," kata Kepala Kepolisian Resor Jakarta Timur Komisaris Besar Erwin Kurniawan, Senin (8/11/2021). 

Aksi pencurian itu sudah berlangsung selama enam bulan terakhir. Erwin mengatakan, besi-besi yang diambil merupakan penyokong cor-coran milik PT Wijaya Karya (Wika). Polisi menduga adanya keterlibatan pegawai PT Wika dan PT KCIC dalam kasus pencurian itu. (*)


Informasi Seputar Tiongkok