Lama Baca 3 Menit

Kelenteng Maga Budhi, Kelenteng Tertua di Palu

16 January 2022, 10:42 WIB

Kelenteng Maga Budhi, Kelenteng Tertua di Palu-Image-1

Kelenteng Maga Budhi - Gambar diambil dari Internet, jika ada keluhan hak cipta silakan hubungi kami.

Bolong.id – Kelenteng Maga Budhi merupakan kelenteng tertua di Kota Palu. Kelenteng ini dibangun pada tahun 1942 oleh keluarga Ny Phan A Lin. 

Dilansir dari Kumparan.com, “Awalnya ini adalah kelenteng keluarga Ny Phan A Lin tetapi kemudian setelah pendiri kelenteng meninggal maka diserahkan kepada yayasan dan dijadikan kelenteng umum bagi etnis Tionghoa,” kata Amin (42), penjaga Kelenteng Maga Budhi kepada PaluPoso, Kamis (23/1).

Ia mengatakan Kelenteng yang berdiri di bawah Yayasan Karuna Dipa ini tidak pernah sepi. Sebab kelenteng ini menjadi tempat pertemuan etnis Tionghoa yang tinggal di Palu. 

Menurut Amin, Kelenteng Maga Budhi jadi salah satu Kelenteng yang sering dikunjungi oleh warga etnis Tionghoa yang ingin menjalankan tradisi budaya Tionghoa meskipun bukan beragama Budha.

“Sembahyang sekaligus bertemu di sini makanya selalu ramai,” kata Amin.

Meskipun usianya sudah tua, namun Kelenteng ini terlihat masih sangat kokoh dan terawat. 

“Dulu luasnya tidak seperti sekarang ini, namanya juga Kelenteng keluarga jadi tidak besar,” ujarnya.

Dijelaskannya, Tahun Baru Imlek akan diawali dengan tahun Tikus Logam yang artinya adalah tahun keberuntungan. 

Kata Amin tahun 2020 tidak ada perbedaan perayaan dengan tahun sebelumnya mengingat di Kota Palu sendiri warga etnis Tionghoa jumlahnya tidak seperti di daerah lain di Indonesia. 

“Kalau di Pontianak mungkin ada perayaan yang unik karena sebagian besar warganya di sana adalah etnis Tionghoa,” ujarnya.

Pada 25 Januari nanti, Kelenteng ini diperkirakan akan dikunjungi ratusan warga etnis Tionghoa yang datang untuk sembahyang. 

Kelenteng Maga Budhi akan buka pada malam pergantian tahun yakni, Jumat (24/1) malam pukul 00.00 WITA hingga Sabtu (25/1) pukul 17.00 WITA. 

“Sejak pergantian tahun sampai dengan sore hari pasti banyak yang datang untuk sembahyang, jam 5 sore kami tutup,” katanya.

Tahun sebelumnya menurut Amin, hampir 500 orang warga etnis Tionghoa datang berkunjung menjalankan tradisi sekaligus sembahyang di Kelenteng Maga Budhi. 

“Saya pikir sepi pascabencana, eh ternyata semakin banyak yang datang sembahyang,” ujarnya.

Sementara itu pantauan PaluPoso, Kelenteng Maga Budhi sudah dihiasi dengan pernak pernik Imlek, tidak lupa lilin, dupa, kertas dan permen untuk persembahan sudah disiapkan. (*) 


Informasi Seputar Tiongkok