Belum Seminggu Terinfeksi COVID-19, Trump Kembali Bekerja

logo clock 3 Menit logo clock 08-10-2020, 12:47

Trump lepas masker di Gedung Putih - Image from NewsDetik

Amerika Serikat, Bolong.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Rabu (7/10/20) telah kembali bekerja di Kantor Oval (tempat kerja resmi presiden AS). Itu hanya enam hari setelah ia dinyatakan positif COVID-19, meskipun ada peringatan bahwa kepulangannya dapat membahayakan orang lain. 

Perilaku presiden, yang mendapatkan kritik keras atas penanganannya terhadap wabah tersebut, sedang dalam sorotan ketika jumlah kasus positif COVID-19 meningkat di antara orang-orang yang bekerja di Gedung Putih. Demikian dilansir dari CGTN, Kamis (8/10/2020). 

Setelah pernyataan yang kontradiktif apakah presiden kembali bekerja pada hari Selasa, seorang pejabar senior pemerintahan mengatakan bahwa Trump hadir pada hari Rabu dengan jumlah staf yang “sangat terbatas” di kantornya. 

“Baru saja diberi pengarahan tentang Badai Delta,” tulis presiden itu di Twitter, bersemangat untuk memproyeksikan kepulangannya sebagai kemenangan atas kesembuhannya dari virus. Penyakit Trump, seperti sikapnya yang meremehkan virus, telah memicu banyak kontroversi, termasuk keluarnya dia dari rumah sakit pada hari Senin. 

Tepat setelah turun dari helikopter di Gedung Putih, Trump menaiki tangga kediamannya dan melepas maskernya, alat untuk melawan virus yang sering ia remehkan.

“Jangan biarkan COVID-19 mendominasi Anda. Jangan takut,” kata Trump dalam pidato kepulangannya, meskipun AS memiliki jumlah total infeksi dan kematian virus corona terbesar di dunia. 

Sean Conley, selaku Dokter Gedung Putih, mengatakan pada Rabu bahwa pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital presiden semuanya tetap stabil dan dalam kisaran normal. 

Dalam sebuah video yang direkam dari Gedung Putih dan diposting di Twitter pada malam hari, Trump menggembar-gemborkan perawatan terapeutik dan medis yang telah dia terima dan menyebut infeksi virus sebagai “berkah tersembunyi.”

Menanggapi pernyataan tersebut, calon presiden Partai Demokrat tahun 2020 Joe Biden mengatakan kepada wartawan di Wilmington, Delware bahwa dia berharap Trump tetap sehat, tetapi ia juga mengkritik sikap lawannya terhadap penyakit tersebut. 

“Saya pikir ini adalah tragedi di mana presiden berurusan dengan COVID seperti sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan ketika 210.000 orang telah meninggal,” tambah Biden.

Penulis : Maureen
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

China Amandemen UU Bendera Nasional

 

logo clock 19-10-2020, 14:38
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Kedutaan Besar China Tentang Wawancara Media India Ini

 

logo clock 19-10-2020, 14:22
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Lindungi Anak di Bawah Umur di Dunia Maya, China Revisi Undang-Undang

 

logo clock 19-10-2020, 11:59
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

China Desak Jepang Refleksikan Kesalahan Agresi di Masa Lalu

 

logo clock 19-10-2020, 11:57
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Pembukaan ASEAN-China Young Leaders Scholarship (ACYLS) 2020 Bakal Digelar Online

 

logo clock 19-10-2020, 04:31
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Viral