China Desak AS Lindungi Lingkungan dan Stop Bikin Masalah

logo clock 4 Menit logo clock 10-10-2020, 11:32

Hua Chunying - Image from ECNS

Beijing, Bolong.id - Tiongkok desak Amerika Serikat (AS) untuk berhenti memfitnah Beijing, dan memberikan kontribusi nyata untuk melindungi lingkungan global, alih-alih menciptakan masalah, ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chungying 华春英 pada Jumat (9/10/20) waktu setempat. 

Hua membuat pernyataan itu pada konferensi pers sebagai tanggapan atas tuduhan AS baru-baru ini terkait masalah lingkungan Tiongkok. Demikian dilansir dari Xinhuanet, Sabtu (10/10/2020). 

Hua mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok sangat mementingkan perlindungan ekologi dan lingkungan. Tiongkok telah menjadikan konservasi sumber daya dan perlindungan lingkungan sebagai kebijakan dasar negara dan pembangunan berkelanjutan sebagai strategi nasional. Tiongkok dengan sungguh-sungguh memenuhi kewajibannya di bawah perjanjian lingkungan internasional tentang perubahan iklim, tata kelola keanekaragaman hayati, perlindungan lapisan ozon, serta pencegahan dan pengendalian polusi kimia dengan hasil yang luar biasa. 

Mengenai emisi karbon, Hua mengatakan bahwa pada akhir 2019, emisi karbon dioksida Tiongkok per unit PDB lebih rendah 48,1 persen dibandingkan dengan tahun 2005, dan pangsa bahan bakar non-fosil mencapai 15,3 persen, mencapai target aksi iklim 2020 lebih awal. 

Investasi dalam energi terbarukan melebihi 100 miliar dolar AS (Sekitar Rp1.468 triliun) selama lima tahun berturut-turut, dan Tiongkok adalah rumah bagi lebih dari setengah kendaraan energi baru dunia. Negara ini akan meningkatkan target kontribusi yang ditentukan secara nasional, dan mengupayakan puncak emisi karbon dioksida sebelum 2030 dan netralitas karbon sebelum 2060. 

Berbagai kontribusi lainnya juga telah dilakukan Tiongkok seperti kontribusi terhadap sumber daya hutan dunia, produk hutan berkelanjutan, dan perdagangan. Tiongkok secara ketat mengelola limbah padat dan sampah laut, bahkan hampir 99 persen limbah rumah tangga dari perkotaan di Tiongkok diolah agar tidak membahayakan lingkungan. Tiongkok menerapkan Sistem Pemantauan Kapal yang paling ketat di dunia dan sama sekali tidak menoleransi penangkapan ikan ilegal. 

Hua mengatakan bahwa Tiongkok juga sangat terlibat dalam pertukaran dan kerja sama internasional. Tiongkok adalah yang pertama menandatangani dan meratifikasi Konvensi Keanekaragaman Hayati, juga memprakarsai Belt and Road Initiative International Green Development Coalition. Tiongkok telah melakukan pertukaran dan kerja sama dalam melindungi lingkungan dengan lebih dari 100 negara, memainkan peran konstruktif dalam meningkatkan tata kelola global untuk keanekaragaman hayati. 

“Sebaliknya, emisi per kapita AS tiga kali lipat rata-rata dunia, lebih dari dua sampai lima kali lipat emisi Tiongkok, dengan akumulasi emisi sekitar tiga kali lipat emisi Tiongkok,” kata Hua. 

Fakta telah membuktikan bahwa AS sendiri adalah pelaku terbesar yang merusak kerja sama lingkungan international dan merupakan ancaman paling kuat bagi lingkungan global, kata Hua. 

Memperhatikan bahwa pejabat AS telah mendiskreditkan dan menyerang Tiongkok sepenuhnya karena alasan politik, Hua mengatakan bahwa AS harus menghentikan fitnah jahat terhadap Tiongkok, merefleksikan perilakunya sendiri, dan memberikan kontribusi nyata untuk perlindungan lingkungan global alih-alih menimbulkan masalah. 

Penulis : Maureen
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

China Amandemen UU Bendera Nasional

 

logo clock 19-10-2020, 14:38
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Kedutaan Besar China Tentang Wawancara Media India Ini

 

logo clock 19-10-2020, 14:22
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Lindungi Anak di Bawah Umur di Dunia Maya, China Revisi Undang-Undang

 

logo clock 19-10-2020, 11:59
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

China Desak Jepang Refleksikan Kesalahan Agresi di Masa Lalu

 

logo clock 19-10-2020, 11:57
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Pembukaan ASEAN-China Young Leaders Scholarship (ACYLS) 2020 Bakal Digelar Online

 

logo clock 19-10-2020, 04:31
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Viral