Hari Kesehatan Mental: Kenali 5 Jenis Gangguan Mental Ini

logo clock 6 Menit logo clock 10-10-2020, 11:23

Ilustrasi - Image from DBL ID

Jakarta, Bolong.id - Saat ini, kesehatan mental menjadi isu penting. Memang sangat sulit melihat dari luar apakah seseorang memiliki gangguan kesehatan mental atau tidak, tetapi penyakit itu sangat berdampak kehidupan seseorang yang menderitanya. 

Ada banyak macam gangguan yang dapat menyerang kesehatan mental atau kesehatan jiwa. Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, terdapat hampir 300 jenis gangguan kesehatan jiwa. Demikian dilansir dari Lifepack, Jumat (9/10/2020). 

Masalah kesehatan mental bisa muncul dari depresi, stres, kesepian, kecemasan, kematian orang yang dicintai, gangguan mood dan berbagai penyakit mental lainnya. Cara terbaik untuk menyembuhkan penyakit mental adalah terapi, konseling, dan pengobatan. 

Terkadang, hanya mendengarkan masalah seseorang tanpa menghakiminya dapat menjadi terapi untuk mengurangi stres mereka. Diadili oleh masyarakat adalah salah satu ketakutan tergelap yang dirasakan seseorang yang menderita penyakit mental. Oleh karena itu, mari kita kenali beberapa jenis gangguan kesehatan mental dan bagaimana menanganinya. 

Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan merupakan gangguan yang sering terjadi, namun jarang dipahami oleh orang banyak. Kecemasan adalah hal normal yang dapat dialami oleh siapapun, tetapi ketika rasa cemas itu berlebihan, akan menimbulkan beberapa efek samping seperti kesulitan tidur, denyut jantung berdetak kencang, dan keringat berlebih. Penderita gangguan ini juga dapat mengalami perubahan suasana hati yang cepat serta kesulitan berkonsentrasi akibat kecemasan yang dialaminya. 

Gangguan kecemasan juga terbagi lagi ke dalam beberapa jenis seperti gangguan kecemasan umum, gangguan pasca trauma (PTSD), gangguan panik (panic disorder), gangguan kecemasan sosial, fobia, dan lainnya. 

Skizofrenia

Skizofrenia merupakan salah satu gangguan mental yang banyak diketahui oleh masyarakat. Penyakit ini merupakan gangguan perkembangan syaraf yang serius dan berlangsung seumur hidup. Orang yang mengidap gangguan ini umumnya akan mengalami delusi, halusinasi, dan mengalami kesulitan mengendalikan pikirannya, berpotensi untuk menyakiti diri sendiri

Beberapa faktor berikut menjadi penyebab skizofrenia, seperti faktor keluarga yang memiliki riwayat skizofrenia, faktor lingkungan seperti hidup dalam tekanan kemiskinan, kurangnya asupan gizi, gangguan otak seperti gangguan struktur, fungsi, dan kimia otak yang biasanya dipengaruhi oleh lingkungan atau genetik. 

Gejala skizofrenia biasanya muncul pada akhir masa remaja atau masa awal dewasa. Gejala utamanya adalah halusinasi dan delusi. Di samping itu, penderita skizofrenia dapat melihat sesuatu yang tidak nyata dan mempercayai sesuatu yang tidak terbukti kebenarannya atau fiktif. Penderitanya biasanya mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan mengalami kecemasan, depresi, dan cenderung berpikiran untuk bunuh diri. 

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) 

OCD adalah salah satu jenis gangguan kepribadian yang sering terjadi. Gangguan ini ditandai dengan kecemasan atau perilaku berulang. Misalnya seseorang dengan OCD mengunci pintu, maka penderita tersebut dapat memeriksa apakah pintu sudah dikunci dengan benar atau belum berkali-kali. Penderita OCD umumnya menyukai keteraturan, takut kotor, takut melakukan kesalahan dan disalahkan. 

Attention Deficit/Hyperactivity Disorders (ADHD)

ADHD merupakan salah satu gangguan mental yang biasanya terjadi pada anak-anak. Gangguan ini jarang disadari oleh sebagai orang tua. Belum diketahui secara pasti penyebab dari penyakit ini, namun beberapa penelitian mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang memicu ADHD, faktor-faktor itu antara lain: neurofisiologi (perbedaan anatomi otak, aktivitas listrik, dan metabolisme), genetika (terjadinya kemungkinan perubahan gen), obat-obatan (ibu yang merokok atau menggunakan kokain selama kehamilan), paparan timbal (paparan kronis pada kadar timah logam yang rendah dapat memengaruhi perilaku dan kimia otak). 

Gejala umum ADHD adalah kesulitan berkonsentrasi. Gejala lainnya seperti sering melamun, sering lupa atau kehilangan banyak barang, banyak bergerak atau gelisah, banyak bicara, sulit menahan diri, dan mengalami kesulitan dalam bergaul. 

Bipolar

Gangguan bipolar atau bipoler disorder adalah gangguan kesehatan mental yang sering terjadi dan tidak disadari. Penyakit ini disebabkan oleh faktor biologis seperti keturunan atau kelainan fungsi otak. Bipolar disorder ditandai dengan kutub emosi yang berbeda, bisanya penderitanya mengalami emosi yang berlebih seperti amarah yang meledak-ledak, lalu kemudian dapat kembali tenang dengan tepat. 

Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, tetapi daat diredakan dengan menjalani pengobatan atau terapi yang tentunya memerlukan waktu yang cukup panjang. Oleh sebab itu diperlukan kesabaran dan kepatuhan dari pasien. 

Obat-obatan yang biasa diberikan kepada pasien bipolar adalah obat antipsikotik, antikonvulsan, mood stabilizer, dan obat antidepresan

Di atas tadi merupakan beberapa jenis penyakit gangguan mental. Jika Anda merasa Anda atau orang di sekitar memiliki kesamaan dengan gejala di beberapa penyakit itu, sebaiknya Anda tidak SELF-DIAGNOSIS atau melakukan diagnosis sendiri melalu informasi yang didapat secara mandiri. Lalu apa yang harus dilakukan jika Anda merasa memiliki gejala yang sama? tentunya segera periksakan ke ahlinya seperti psikologi atau dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan lebih lanjut. 

Perlu diingat juga bahwa gangguan kesehatan mental bukanlah sebuah trend, sebuah pilihan, sesuatu yang bisa dihilangkan dengan cepat, dan cara untuk mencari perhatian. Mari tingkatkan kesadaran kita untuk menjaga kesehatan mental dan hargai mereka yang mengidapnya. 

Penulis : Maureen
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

Nekat Makan Mie Jagung Berusia Setahun, Sekeluarga Tewas Keracunan

 

logo clock 20-10-2020, 13:19
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Hari Osteoporosis Sedunia: Sayangi Tulang Anda

 

logo clock 20-10-2020, 09:52
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Riset: COVID-19 Menempel di Kulit Manusia Selama 9 Jam!

 

logo clock 20-10-2020, 06:04
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

China Laporkan Tidak Ada Kasus COVID-19 Lokal yang Baru

 

logo clock 19-10-2020, 11:10
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Wow! COVID-19 Hidup di Kemasan Makanan Beku di Qingdao?

 

logo clock 19-10-2020, 04:30
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Viral