Lama Baca 3 Menit

Angka Pernikahan di China Bangkit, Kebijakan Pro-Keluarga Mulai Berbuah Hasil

19 January 2026, 11:14 WIB

Angka Pernikahan di China Bangkit, Kebijakan Pro-Keluarga Mulai Berbuah Hasil-Image-1
Pasangan pengantin baru yang telah mendapatkan akta nikah berpose untuk foto di teras area layanan Yundu dekat Jembatan Ngarai Besar Huajiang di Kabupaten Zhenfeng, Provinsi Guizhou, Tiongkok

Beijing, Bolong.id - Setelah sempat menyentuh titik terendah, angka pernikahan di Tiongkok menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Data terbaru dari Kementerian Urusan Sipil Tiongkok mencatat bahwa sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025, sebanyak 5,15 juta pasangan resmi menikah naik 8,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dilansir dari 手机凤凰网, kenaikan ini terlihat paling mencolok di kota-kota besar. Shanghai dan Shenzhen melaporkan lonjakan pendaftaran pernikahan hingga hampir 40 persen dan 30 persen, menjadikannya level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Fenomena ini memunculkan optimisme baru di tengah kekhawatiran jangka panjang soal penurunan populasi.

Para ahli menilai peningkatan ini bukan semata-mata dipengaruhi faktor budaya, melainkan hasil dari penyesuaian kebijakan pemerintah. Di antaranya adalah pelonggaran persyaratan pendaftaran pernikahan secara nasional, serta insentif jangka panjang seperti cuti orang tua yang diperpanjang, subsidi pengasuhan anak, dan pendidikan prasekolah gratis.

Yuan Xin, Wakil Presiden Asosiasi Populasi Tiongkok sekaligus profesor di Universitas Nankai, menyebut data ini sebagai sinyal bahwa kebijakan pro-keluarga mulai menunjukkan dampak nyata. Ia juga menyoroti peran pemberitaan media yang lebih positif dalam membentuk pandangan generasi muda terhadap pernikahan dan kehidupan berkeluarga.

Meski faktor budaya seperti tahun 2025 yang dianggap membawa keberuntungan karena “dua awal musim semi” tetap berpengaruh, Yuan menegaskan bahwa hal tersebut bukan pendorong utama. Menatap ke depan, ia memperkirakan peningkatan pernikahan ini berpotensi mendorong kenaikan angka kelahiran pada 2026, meski fluktuasi tetap wajar di tengah tren penurunan demografi global.

Kebangkitan angka pernikahan ini memberi harapan baru bagi Tiongkok, bahwa kombinasi kebijakan yang tepat dan dukungan sosial dapat perlahan mengubah arah tren demografi jangka panjang. (*)

Informasi Seputar Tiongkok