
Beijing, Bolong.id - Tiongkok semakin serius mendorong transisi hijau dengan meluncurkan rencana aksi pengelolaan limbah padat untuk lima tahun ke depan. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan limbah secara signifikan sekaligus mengurangi dampak lingkungan dan risiko terhadap kesehatan masyarakat.
Dilansir dari 新华网, rencana yang disusun oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) bersama 24 lembaga pemerintah ini menargetkan pengendalian limbah sejak sumbernya, peningkatan pemanfaatan kembali, serta penguatan sistem pengumpulan, transportasi, dan pembuangan yang aman. Limbah yang berdampak langsung pada kesehatan dan keselamatan kerja menjadi prioritas utama.
Hingga 2030, Tiongkok menargetkan pemanfaatan 4,5 miliar ton limbah padat skala besar per tahun serta daur ulang 510 juta ton sumber daya terbarukan. Pemerintah menegaskan bahwa limbah bukan sekadar sampah, melainkan sumber daya berharga yang belum dikelola secara optimal.
Berbagai sektor menjadi sasaran, mulai dari limbah industri seperti terak peleburan dan puing konstruksi, hingga limbah rumah tangga dan pertanian. Material bernilai seperti plastik, logam, kaca, hingga jerami dan kotoran ternak akan didorong untuk digunakan kembali melalui teknologi daur ulang dan ekonomi sirkular.
Melalui kombinasi kebijakan, mekanisme pasar, dukungan pendanaan, serta penguatan riset teknologi, Tiongkok berharap pengelolaan limbah padat dapat menjadi pilar penting pembangunan berkelanjutan dan membuka peluang ekonomi hijau di masa depan. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
