
Bolong.id - Dalam sidang darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pertama tahun 2026, para anggota PBB secara tegas mengecam serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Venezuela, yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam PBB. Pernyataan ini disampaikan oleh perwakilan berbagai negara saat Dewan Keamanan menggelar sesi khusus membahas situasi di Amerika Latin.
Dilansir Chinadaily, Rabu (7/1/26), Sun Lei, Duta Besar dan Wakil Perwakilan Tetap China untuk PBB, menyatakan “keterkejutan mendalam” atas tindakan unilateral yang menurutnya ilegal dan intimidatif, serta menyerukan kepada AS untuk mematuhi hukum internasional dan prinsip nonintervensi. Ia mendesak agar Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya segera dibebaskan dan diakhiri segala bentuk tekanan militer terhadap negara lain.
Dalam pertemuan itu, sejumlah negara Latin seperti Kolombia, Meksiko, dan Chile menekankan bahwa demokrasi tidak dapat ditegakkan melalui kekerasan atau intervensi militer, serta menyerukan penyelesaian konflik melalui dialog dan mekanisme damai sesuai hukum internasional. Selain itu, perwakilan Rusia dan sejumlah negara Afrika juga mengutuk tindakan AS dan mendukung penuh kedaulatan Venezuela.
Ekonom asal AS Jeffrey Sachs turut berbicara dalam sesi tersebut, menilai bahwa operasi militer dan tekanan terhadap Venezuela melanggar Piagam PBB, termasuk larangan penggunaan kekuatan terhadap integritas teritorial negara lain.
Pertemuan ini mencerminkan tekanan diplomatik yang signifikan terhadap kebijakan militer AS dan mempertegas kembali posisi sejumlah negara anggota PBB dalam mempertahankan prinsip kedaulatan, penyelesaian damai, dan hukum internasional sebagai dasar hubungan antarnegara.(*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
