
Beijing, Bolong.id - Ungkapan “angin Harbin bertiup hingga Asia Tenggara” baru-baru ini viral di media sosial Tiongkok. Istilah ini menggambarkan pemandangan unik wisatawan dari Indonesia, Thailand, dan Malaysia yang terbiasa dengan iklim tropis berjalan-jalan di tengah suhu ekstrem minus 20 hingga 30 derajat Celsius, sibuk mengabadikan salju dan es untuk pertama kalinya.
Dilansir dari 人民网 Rabu (14/01/26), popularitas Harbin tidak lepas dari kebijakan bebas visa transit 240 jam dan bebas visa sepihak yang membuat perjalanan ke Tiongkok semakin mudah. Sejak awal tahun, arus penumpang lintas negara meningkat lebih dari 30 persen.
Ditambah lagi, Bandara Harbin membuka rute internasional baru ke Ho Chi Minh City, Hanoi, Bangkok, dan Kuala Lumpur, menjadikan Harbin semakin dekat bagi wisatawan Asia Tenggara.
Namun, daya tarik Harbin bukan hanya soal salju. Pengalaman menyeluruh mulai dari kota yang tertata rapi, transportasi publik yang tepat waktu, hingga kehidupan sehari-hari yang terorganisasi memberi gambaran nyata tentang modernitas Tiongkok. Bagi banyak wisatawan, perjalanan ini bukan sekadar liburan, melainkan cara memahami Tiongkok secara langsung.
Di sinilah pesona sesungguhnya muncul. Kemudahan kebijakan membuka pintu, sementara budaya yang kaya dan pengalaman unik membuat wisatawan merasa kunjungannya benar-benar bermakna. Harbin bukan hanya menawarkan pemandangan es, tetapi juga memperlihatkan wajah Tiongkok yang modern, terbuka, dan memikat dunia. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
