
Beijing, Bolong.id - Para peneliti Tiongkok kembali menghadirkan inovasi penting di bidang teknologi medis. Sebuah robot operasi mata otonom berhasil dikembangkan untuk melakukan suntikan presisi tinggi di dalam mata, sebuah prosedur yang selama ini dikenal sangat rumit dan berisiko.
Dilansir dari 新华社, Teknologi ini diyakini dapat meningkatkan keamanan dan akurasi dalam pengobatan penyakit retina yang berpotensi menyebabkan kebutaan.
Robot bedah ini dikembangkan oleh tim dari Institute of Automation, Chinese Academy of Sciences. Berdasarkan studi yang baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal internasional Science Robotics, sistem robotik tersebut berhasil melakukan suntikan subretinal dan intravaskular pada uji coba hewan dengan tingkat keberhasilan 100 persen.
Operasi mata terutama yang melibatkan retina merupakan salah satu prosedur paling menantang di dunia medis karena struktur mata yang sangat kecil, lunak, dan sensitif.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, robot ini dilengkapi dengan serangkaian algoritma canggih, termasuk persepsi ruang tiga dimensi (3D), penentuan posisi presisi lintas skala, serta kontrol lintasan gerak yang sangat akurat untuk mengarahkan lengan robot.
Para peneliti menilai, ke depan sistem ini tidak hanya dapat membantu meningkatkan hasil operasi, tetapi juga memperpendek masa pelatihan dokter bedah, serta membuka peluang pelaksanaan operasi mata kompleks di daerah terpencil atau lingkungan ekstrem tempat di mana tenaga spesialis sulit dijangkau.
Inovasi ini menandai langkah besar menuju masa depan bedah mata berbasis kecerdasan buatan, yang berpotensi membawa harapan baru bagi jutaan pasien penderita penyakit retina di seluruh dunia. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
