
Bolong.id - Uji coba klinis skala besar pertama di dunia menunjukkan bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat membantu dokter dalam mengidentifikasi lebih banyak kasus kanker payudara saat membaca hasil pemindaian rutin sebuah kemajuan penting dalam skrining kanker.
Dilansir CGTN, Jumat (30/01/26), hasil uji coba yang dipublikasikan dalam jurnal medis The Lancet melibatkan lebih dari 100.000 wanita di Swedia yang menerima pemeriksaan mammografi antara tahun 2021 dan 2022. Para peserta secara acak dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok scans dibaca oleh seorang radiolog yang dibantu oleh sistem AI, dan kelompok lainnya mengikuti metode standar dengan dua radiolog.
Temuan utama menunjukkan bahwa penggunaan AI meningkatkan jumlah kanker yang terdeteksi sebesar sekitar 9 % dibandingkan pembacaan konvensional. Selama dua tahun pemantauan lanjutan, mereka yang diperiksa dengan dukungan AI juga mengalami penurunan sekitar 12 % untuk kanker yang terdiagnosis di antara jadwal screening rutin (dikenal sebagai interval cancers), yang sering kali lebih sulit diobati karena terdeteksi lebih lambat.
Peneliti utama, Kristina Lang dari Lund University di Swedia, menyatakan bahwa pendekatan AI ini berpotensi mengurangi tekanan kerja pada radiolog sekaligus meningkatkan jumlah kasus kanker yang terdeteksi pada tahap awal yang sangat penting untuk prognosis pasien.
Meski demikian, Lang menekankan bahwa penerapan teknologi ini harus dilakukan secara hati-hati dan terus dipantau untuk memastikan keamanannya dalam praktik klinis.
Para ahli yang tidak terlibat langsung dalam penelitian mengingatkan bahwa AI tidak dimaksudkan untuk sepenuhnya menggantikan dokter, melainkan untuk memperkuat kemampuan profesional medis dalam membaca hasil gambar secara lebih cepat dan akurat.
Kanker payudara tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia, dengan jutaan kasus baru terdiagnosis setiap tahun menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penerapan inovasi seperti AI dalam skrining dini dianggap sebagai langkah penting untuk meningkatkan deteksi awal sekaligus mengurangi beban sistem kesehatan global. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
