
Beijing, Bolong.id - Pemerintah Tiongkok resmi merilis sebuah rencana aksi ambisius untuk menghidupkan kembali dan mengembangkan seni teater nasional dalam tiga tahun ke depan, yang akan mulai diterapkan pada tahun 2026. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat Tiongkok dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong inovasi di dunia seni pertunjukan.
Dilansir dari 新华社 Senin, dalam rencana tersebut, otoritas Tiongkok menargetkan peningkatan signifikan dalam kreativitas dan inovasi teater. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas produksi serta penciptaan gelombang baru karya teater unggulan yang memiliki nilai artistik tinggi dan relevan dengan perkembangan zaman.
Selain karya, sumber daya manusia juga menjadi perhatian penting. Rencana ini bertujuan memperluas barisan profesional teater, sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta muda unggulan yang siap menjadi pemimpin masa depan di bidang seni pertunjukan. Regenerasi seniman dianggap krusial demi keberlanjutan teater tradisional maupun modern.
Tak hanya itu, pemerintah juga menekankan pentingnya membangun mekanisme yang solid untuk mendukung, membimbing, dan mengoordinasikan proses penciptaan karya teater. Dengan sistem yang lebih terstruktur, ekosistem industri teater diharapkan dapat berkembang lebih sehat dan berkelanjutan.
Sejumlah langkah konkret pun dirancang, mulai dari dukungan terhadap pengembangan kelompok dan rombongan teater, peningkatan efektivitas evaluasi produksi, hingga penguatan sistem pendanaan. Aspek pelestarian seni teater tradisional juga menjadi sorotan, bersamaan dengan upaya memperluas jangkauan teater kepada masyarakat luas melalui kegiatan edukasi dan pertunjukan publik.
Rencana aksi ini diterbitkan secara bersama oleh Departemen Propaganda Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, Kementerian Pendidikan, Kementerian Keuangan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, serta Federasi Lingkaran Sastra dan Seni Tiongkok. Kolaborasi lintas lembaga ini mencerminkan pentingnya seni teater sebagai bagian dari identitas budaya dan pembangunan soft power Tiongkok.
Dengan strategi menyeluruh ini, Tiongkok berharap seni teater tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang sebagai industri kreatif yang dinamis, inovatif, dan mampu menarik generasi baru penikmat seni. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
