
Beijing, Bolong.id - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, suasana hangat dan penuh warna terasa di sebuah pusat perawatan lansia di Distrik Xicheng, Beijing. Lampion merah menghiasi ruangan, sementara para penghuni dengan tekun menulis huruf-huruf keberuntungan di atas kertas merah tradisi khas menyambut tahun baru dalam budaya Tiongkok.
Dilansir dari 人民网 Kamis (12/02/26), namun, di balik nuansa tradisional tersebut, pusat lansia ini juga menghadirkan sentuhan teknologi modern yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup para penghuninya.
Teknologi Canggih untuk Keamanan Lansia
Fasilitas yang menampung 119 lansia dengan rata-rata usia 87,5 tahun ini dilengkapi berbagai sarana ramah usia. Kamar-kamar dipasang pegangan pengaman, alas anti-selip, hingga sistem radar gelombang milimeter yang mampu memantau pernapasan, detak jantung, dan pola tidur secara real-time.
Menurut pengelola pusat lansia, sistem pintar tersebut membantu petugas dalam patroli malam sekaligus memungkinkan respons cepat jika terjadi kondisi darurat.
Tak hanya keamanan, kenyamanan juga menjadi prioritas. Pada siang hari, para penghuni dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti pembacaan puisi, pemutaran film, hingga kaligrafi memberi ruang bagi mereka untuk tetap aktif secara sosial dan mental.
Salah satu penghuni, Zhao Guiyan (81), mengaku merasa tenang tinggal di sana bersama suaminya selama satu dekade terakhir. Desain fasilitas yang ramah lansia membuat keluarganya merasa yakin bahwa ia berada dalam perawatan yang baik.
Komitmen Beijing untuk Masyarakat Menua
Upaya ini bukan kasus tunggal. Hingga akhir 2025, Beijing telah membangun 152 pusat layanan perawatan lansia yang melayani lebih dari 2 juta warga lanjut usia. Selain itu, tersedia 622 institusi keperawatan dengan total 110.000 tempat tidur.
Di Distrik Xicheng, di mana sepertiga penduduknya adalah lansia, pemerintah setempat juga memasang perangkat pintar di rumah-rumah warga lanjut usia, seperti radar pemantau dan kotak obat cerdas. Data yang dikumpulkan terhubung ke platform pusat untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan.
Perangkat panggilan darurat bagi warga berusia 70 tahun ke atas pun tersedia, memungkinkan akses cepat ke layanan komunitas, keluarga, maupun bantuan medis hanya dengan satu sentuhan.
Tantangan Nasional: 320 Juta Lansia
Fenomena ini mencerminkan tantangan demografis yang lebih luas. Pada akhir 2025, jumlah warga Tiongkok berusia 60 tahun ke atas telah melampaui 320 juta orang. Pemerintah pusat pun menjadikan layanan lansia sebagai prioritas dalam rekomendasi penyusunan Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030).
Fokusnya mencakup peningkatan layanan dasar perawatan lansia, penguatan jaringan layanan di perkotaan dan pedesaan, serta renovasi fasilitas publik agar lebih ramah usia dan bebas hambatan.
Selain itu, berbagai daerah meluncurkan program tukar tambah produk ramah lansia, renovasi hunian agar lebih aman, serta kantin komunitas dengan layanan antar makanan khusus lansia. (*)


Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
