Para Ahli Sarankan Lansia Perdalam Pengetahuan Olahraga untuk Lindungi Persendian

logo clock 2 Menit logo clock 08-10-2020, 16:22

Ilustrasi lansia olahraga taichi - Image from Alodokter

Changsha, Bolong.id - Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pasien lanjut usia dengan cedera sendi akibat olahraga yang berlebihan dan kurangnya pengetahuan akan olahraga yang baik dan benar telah meningkat. Para ahli mengingatkan bahwa senam untuk lansia dapat meningkatkan imunitas dan kebugaran jasmani, namun harus mewaspadai ancaman terhadap sendi. Lansia penderita penyakit persendian sebaiknya menghindari olahraga angkat beban, mendaki gunung, dan memanjat tangga.

Lei Guanghua, dekan Rumah Sakit Xiangya Central South University, mengatakan banyak orang, terutama lansia, kurang memperhatikan sistem pergerakan mereka saat berolahraga. Sendi, otot, ligamen, bahkan tulang mudah terluka. Bagi lansia, perlindungan sendi lutut perlu diperhatikan agar jangan sampai mengalami kerusakan sendi dan artritis. Demikian dilansir dari Xinhuanet, Rabu (7/10/2020). 

Lei Guanghua juga mengingatkan bahwa di musim gugur dan musim dingin, para lansia harus mengurangi jumlah olahraga dengan tepat untuk menghindari olahraga berlebihan yang menyebabkan cederan olahraga. Jika persedian terluka, mereka harus berhenti olahraga, dan tidak jatuh ke dalam kesalahpahaman tentang “cedera dan olahraga”. 

Para ahli menyarankan agar para lansia dapat memilih olahraga seperti berenang, bersepeda, areobik, tai chi, dan olahraga lainnya. Salah satu cara yang paling baik adalah berjalan tidak lebih dari 6000 langkah untuk menghindari cedera lutut. Sebelum berolahraga, pastikan melakukan pemanasan dengan durasi yang cukup dan memperhatikan durasi olahraga yang baik. 

Lansia yang menderita penyakit kardiovaskular sebaiknya tidak segera mandi setelah berolahraga. Harus berganti pakaian dan istirahat setengah jam sebelum mandi. Saat mandi pun, waktu mandi sebaiknya tidak terlalu lama dan suhu air tidak terlalu tinggi untuk menghindari terjadinya kecelakaan kardiovaskular dan serebovaskular. (*) 



Penulis : Maureen
Editor : Nurul Diah

Terkait

Setelah Corona, Norovirus Muncul. Bahaya, Tidak?

 

logo clock 20-10-2020, 16:50
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Nekat Makan Mie Jagung Berusia Setahun, Sekeluarga Tewas Keracunan

 

logo clock 20-10-2020, 13:19
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Hari Osteoporosis Sedunia: Sayangi Tulang Anda

 

logo clock 20-10-2020, 09:52
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Riset: COVID-19 Menempel di Kulit Manusia Selama 9 Jam!

 

logo clock 20-10-2020, 06:04
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

China Laporkan Tidak Ada Kasus COVID-19 Lokal yang Baru

 

logo clock 19-10-2020, 11:10
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Viral