Kuda Emas Kiri Kuda Emas Kanan
Lama Baca 3 Menit

In Memoriam: Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Wapres Ke 6 Indonesia

03 March 2026, 05:03 WIB

In Memoriam: Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Wapres Ke 6 Indonesia-Image-1
Anggota Paspampres membawa jenazah Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno untuk dishalatkan di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (2/3/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.

Bolong.id - Indonesia berduka atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno,Senin (02/03/26) di RSPAD, Jakarta. Beliau adalah salah satu tokoh militer dan negarawan yang menorehkan jejak panjang dalam sejarah politik dan pertahanan nasional. Almarhum dikenal sebagai figur yang meniti karier dari prajurit lapangan hingga menduduki jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993-1998.

Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935. Karier militernya dimulai setelah menempuh pendidikan di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad). Dalam perjalanannya, ia dipercaya mengemban sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat, termasuk Panglima Kodam dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Pada 1988, ia diangkat menjadi Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), posisi tertinggi militer saat itu. Dalam kapasitas tersebut, ia berada di pusat pengambilan keputusan keamanan nasional pada periode penting menjelang dekade 1990-an.  

Karier Politik dan Pengabdian Negara

Pada Sidang Umum MPR 1993, Try Sutrisno terpilih sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Soeharto untuk masa bakti 1993-1998. Masa jabatannya berlangsung dalam dinamika politik nasional yang kompleks, menjelang periode reformasi 1998.

Sebagai Wakil Presiden, ia terlibat dalam berbagai agenda pemerintahan, termasuk stabilitas politik dan pembangunan nasional. Perannya mencerminkan pola hubungan sipil-militer yang menjadi ciri khas Orde Baru, ketika figur militer aktif maupun purnawirawan memegang peran signifikan dalam tata kelola negara. 

Jejak dan Warisan 

Catatan sejarah TNI, Try Sutrisno dikenang sebagai perwira yang meniti karier dari bawah, dengan pengalaman operasi teritorial dan komando kewilayahan. Ia juga menjadi bagian dari generasi perwira yang membentuk doktrin pertahanan Indonesia pada era Perang Dingin dan awal globalisasi.

Di ranah politik, kiprahnya merepresentasikan fase transisi penting dalam sejarah Indonesia modern, ketika peran militer masih dominan dalam struktur kekuasaan nasional sebelum terjadinya reformasi institusional pasca-1998.

Ucapan belasungkawa datang dari berbagai kalangan, termasuk tokoh militer, pejabat negara, dan masyarakat luas. Mereka mengenang almarhum sebagai sosok disiplin, tegas, dan berdedikasi dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kepergian Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno menjadi pengingat akan satu bab penting dalam perjalanan sejarah pertahanan dan politik Indonesia. Bangsa ini kehilangan salah satu figur yang pernah berada di pusat pengambilan keputusan strategis negara.(*) 

Informasi Seputar Tiongkok