
Bolong.id - Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Iran mengeluarkan imbauan mendesak kepada warga negara China yang berada di negara itu untuk segera meninggalkan wilayah Iran melalui lima rute perbatasan darat yang masih bisa diakses. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan keamanan dan operasi militer di kawasan setelah serangan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap beberapa wilayah Iran.
Dilansir CGTN, Senin (02/03/26), dalam pernyataannya, kedutaan menyatakan bahwa kondisi keamanan di beberapa bagian Iran telah berubah dengan cepat, dan menekankan bahwa warga China harus merencanakan jalur evakuasi mereka dengan cermat serta memantau situasi di sepanjang rute yang mereka pilih.
Kelima jalur perbatasan darat yang direkomendasikan sebagai opsi evakuasi adalah:
- Astara ke Azerbaijan
- Sarakhs ke Turkmenistan
- Nordooz ke Armenia
- Razi, Bazargan, dan Sero ke Türkiye
- Shalamcheh ke Iraq (melalui jalur darat).
Kedutaan juga menyatakan bahwa warga pemegang paspor China dengan masa berlaku minimal enam bulan dapat memasuki Azerbaijan, Armenia, atau Turki tanpa visa melalui perbatasan tersebut. Bagi yang menuju Iraq, diperlukan visa elektronik yang diajukan sebelumnya melalui platform resmi, sedangkan akses ke Turkmenistan memerlukan persetujuan visa transit terlebih dahulu.
Imbauan itu juga menekankan bahwa warga yang menghadapi kesulitan selama proses evakuasi harus segera menghubungi perwakilan diplomatik China di Iran untuk mendapatkan bantuan konsuler. Kedutaan akan terus memantau perkembangan di perbatasan dan memberikan pembaruan sesuai situasi keamanan yang berkembang.
Situasi ini mencerminkan kekhawatiran Beijing terkait keselamatan warganya di tengah konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah, sekaligus seruan umum oleh pemerintah China agar warganya menghindari perjalanan ke Iran sementara waktu demi alasan keamanan.(*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement

