Kuda Emas Kiri Kuda Emas Kanan
Lama Baca 3 Menit

Ketika Ramadan dan Imlek Bertemu: Momen Istimewa bagi Muslim Tiongkok

07 March 2026, 05:28 WIB

Ketika Ramadan dan Imlek Bertemu: Momen Istimewa bagi Muslim Tiongkok-Image-1
Suasana Salat Berjamaah Di China

Bolong.id - Di sejumlah daerah berpenduduk Muslim di  Tiongkok, Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga momen sosial yang penuh makna. Suasana religius berpadu dengan tradisi lokal serta kebersamaan lintas generasi, menciptakan perayaan yang khas.

Dilansir dari berbagai sumber, Ramadan terasa istimewa karena bertepatan dengan Tahun Baru Imlek. Perpaduan dua momen besar ini menjadi ajang “reuni besar” bagi sekitar 25 juta Muslim, terutama dari etnis Hui dan Uyghur. 

Libur panjang dimanfaatkan untuk pulang kampung, sehingga ibadah puasa dijalani bersamaan dengan tradisi berkumpul bersama keluarga dan menghormati leluhur.

Anak-anak duduk bersama para orang tua dan sesepuh, para pedagang menghentikan aktivitasnya sementara, dan keluarga-keluarga berjalan menuju Masjid Najiaying yang menjadi pusat kegiatan spiritual sekaligus saksi tradisi turun-temurun.

Di sekitar masjid, bazar Ramadan menjadi pusat keramaian. Aroma daging panggang, mi, dan teh susu memenuhi udara. Warga setempat dan pendatang saling berbaur menikmati hidangan khas yang hanya hadir di musim Ramadan, menciptakan suasana hangat dan semarak.

Bagi sekitar 8.000 Muslim di wilayah tersebut, Ramadan adalah perpaduan antara ibadah dan perayaan ritual suci yang sekaligus mempererat hubungan sosial.

Tradisi Ramadan yang Beragam

Persiapan menyambut Ramadan sudah dilakukan jauh hari sebelumnya. Keluarga membeli bahan makanan, menyiapkan pakaian baru, dan merencanakan pertemuan keluarga. 

Di seluruh  Tiongkok, yang dihuni sekitar 25 juta Muslim terutama dari komunitas Hui dan Uyghur tradisi kuliner Ramadan sangat beragam dan mencerminkan kekayaan budaya daerah masing-masing.

Di Najiaying, mi beras dan olahan daging sapi menjadi sajian utama. Sementara di wilayah seperti Qinghai, masyarakat menikmati kue minyak, sup gandum, serta berbagai hidangan berbahan dasar daging.

Menurut Ma Erzhao Yusuf, tahun ini terasa berbeda karena Ramadan bersamaan dengan Imlek. Banyak orang memanfaatkan kesempatan ini untuk pulang kampung sehingga puasa dapat dijalani bersama keluarga besar. (*)

Informasi Seputar Tiongkok