Bolong.id - Tiongkok tampil mengesankan dalam panjat tebing di Olimpiade Paris, dan memiliki potensi untuk menjadi pusat kekuatan panjat tebing global, memimpin perkembangan olahraga ini di Asia, kata Marco Scolaris, Presiden Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC).
Dilansir dari 新华网 (14/08/24), pada Olimpiade Paris yang baru saja berakhir, tim Tiongkok memperoleh dua medali perak dalam panjat tebing cepat, yang menandai terobosan signifikan. Ini adalah penampilan kedua panjat tebing di Olimpiade dan pertama kalinya panjat tebing cepat dan nomor gabungan (bouldering dan lead) ditampilkan secara terpisah.
Dalam wawancara dengan Xinhua, Scolaris memuji prestasi Tim Tiongkok. "Tiongkok menyamai Amerika Serikat dengan medali emas, dan itu merupakan kesuksesan yang luar biasa," katanya, seraya menambahkan medali perak dalam panjat tebing juga memuaskan. Ia yakin bahwa seiring Tiongkok terus mengembangkan program panjat tebingnya, Tiongkok akan menjadi pusat kekuatan panjat tebing terkemuka dunia dalam waktu dekat.
"Secara tradisional, Tiongkok selalu sangat kuat dalam panjat tebing cepat," kata Scolaris. "Namun, bouldering dan lead climbing lebih rumit karena Anda harus memanjat rute baru, boulder baru, setiap putaran dalam setiap kompetisi. Jadi, tidak hanya membutuhkan keterampilan fisik tetapi juga pola pikir untuk beradaptasi setiap saat."
Menurut Scolaris, karena negara-negara seperti Indonesia secara bertahap meningkatkan hasil panjat tebing mereka, Tiongkok menghadapi persaingan yang semakin ketat dan perlu berinvestasi lebih banyak dalam pelatihan dan infrastruktur untuk meningkatkan kinerjanya dalam bouldering dan lead climbing.
Ia menambahkan bahwa Tiongkok memiliki basis populasi yang besar dan pasar yang luas, dan dengan investasi yang berkelanjutan, Tiongkok berpotensi menjadi "pusat" panjat tebing di Asia, yang memimpin promosi dan pengembangan olahraga ini di lebih banyak negara dan wilayah di seluruh benua. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement