
Beijing, Bolong.id - Pemerintah Tiongkok resmi meluncurkan jenis visa baru bernama Visa K yang mulai berlaku pada Rabu (1/10/2025). Kebijakan ini dirancang untuk mendorong pertukaran dan kerja sama antara talenta muda di bidang sains dan teknologi dari Tiongkok dengan berbagai negara di dunia.
Menanggapi pertanyaan media, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, mengatakan bahwa visa K ditujukan bagi kaum muda yang ingin terlibat dalam pendidikan, budaya, riset, kewirausahaan, maupun bisnis di Tiongkok. “Untuk informasi lebih lanjut tentang visa K, silakan merujuk ke informasi yang akan segera dirilis oleh kedutaan besar dan konsulat Tiongkok di luar negeri,” ujarnya, Senin (29/9).
Menurut laporan Xinhua, pelamar visa K harus memenuhi kualifikasi tertentu yang ditetapkan otoritas terkait dan menyerahkan dokumen pendukung. Dibandingkan dengan 12 jenis visa biasa, visa K memberikan lebih banyak kemudahan dalam hal jumlah masuk, masa berlaku, dan durasi tinggal.
Keunggulan lainnya, aplikasi visa K tidak mewajibkan surat undangan dari perusahaan atau institusi dalam negeri. Prosesnya juga lebih efisien, meski tetap mensyaratkan usia, latar belakang pendidikan, dan pengalaman kerja tertentu.
Lü Xiang, peneliti di Akademi Ilmu Sosial Tiongkok, menilai bahwa kebijakan visa K bukan semata perekrutan talenta global, tetapi lebih pada membangun wadah pertukaran pemuda internasional. “Arti penting visa K terletak pada pembinaan pertukaran pemuda internasional. Dengan pengalaman yang terbuka dan luas, Tiongkok ingin mendorong kolaborasi, pertumbuhan bersama, dan keterlibatan jangka panjang,” jelasnya kepada Global Times.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Tiongkok menyederhanakan aturan visa. Hingga akhir Juli 2025, Tiongkok telah menjalin perjanjian bebas visa unilateral maupun timbal balik dengan 75 negara.
Administrasi Imigrasi Nasional mencatat, dalam enam bulan pertama 2025, warga negara asing melakukan 38,05 juta perjalanan ke atau dari Tiongkok, meningkat 30,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah itu, 13,64 juta perjalanan dilakukan dengan bebas visa, melonjak 53,9 persen.
Dengan diperkenalkannya visa K, Beijing berharap dapat memperluas jembatan pertukaran generasi muda global dan memperkuat peran Tiongkok sebagai pusat inovasi sains dan teknologi dunia.
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
