
Bolong.id - Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, beberapa waktu lalu menggelar simposium untuk memperingati 80 tahun pemulihan Taiwan serta penetapan “Hari Pemulihan Taiwan” sebagai peringatan nasional tahunan. Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, hadir dan menyampaikan pidato utama yang menekankan nilai sejarah, kedudukan hukum, serta pentingnya tujuan reunifikasi nasional bagi Tiongkok.
Dalam sambutannya, Wang Lutong menyatakan bahwa peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan panjang rakyat Tiongkok dalam mempertahankan kedaulatan dan menghapus penghinaan nasional yang berlangsung sejak era invasi asing. Ia menyoroti kembali bahwa Taiwan kembali ke pemerintahan Tiongkok 80 tahun lalu setelah setengah abad berada di bawah pendudukan asing.
Dubes Wang merujuk pada keputusan terbaru Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok, yang menetapkan 25 Oktober sebagai Hari Pemulihan Taiwan dan mengamanatkan pelaksanaan kegiatan peringatan untuk memperkuat identitas nasional. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga memori kolektif serta memperkuat aspirasi bersama menuju kebangkitan bangsa Tiongkok.
Dalam paparannya, Wang Lutong juga menguraikan landasan sejarah dan hukum internasional mengenai status Taiwan, merujuk pada Deklarasi Kairo, Proklamasi Potsdam, dan Resolusi Majelis Umum PBB 2758 yang mengakui Republik Rakyat Tiongkok sebagai satu-satunya perwakilan sah Tiongkok di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Menurutnya, sejumlah dokumen tersebut menegaskan bahwa Taiwan adalah bagian dari Tiongkok dan tidak memiliki status negara berdaulat.
Wang turut menyinggung dinamika kontemporer di Selat Taiwan, mengkritik langkah otoritas Democratic Progressive Party (DPP) yang dinilai mendorong agenda pro-kemerdekaan serta berkolaborasi dengan kekuatan eksternal. Ia menilai tindakan tersebut menimbulkan risiko terhadap keamanan dan kesejahteraan masyarakat Taiwan serta menjadi hambatan utama dalam hubungan lintas selat.
Dubes Wang menegaskan kembali bahwa penyelesaian isu Taiwan dan tercapainya reunifikasi nasional merupakan misi sejarah pemerintah Tiongkok. Ia mengutip pernyataan Presiden Xi Jinping yang menekankan bahwa masalah Taiwan akan terselesaikan seiring dengan kebangkitan bangsa Tiongkok. Tiongkok, kata Wang, berkomitmen mempromosikan hubungan lintas selat yang damai, memperdalam pertukaran, dan meningkatkan pembangunan terpadu.
Dalam bagian akhir sambutannya, Wang Lutong mengajak komunitas Tionghoa perantauan di Indonesia untuk berperan aktif sebagai jembatan dalam hubungan lintas selat. Ia mendorong diaspora Tionghoa untuk menegakkan keadilan nasional, menolak gerakan separatis, serta berkontribusi pada upaya memperkuat konsensus dan mendukung tujuan penyatuan kembali nasional.
Simposium ini menjadi salah satu kegiatan diplomasi publik Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia untuk memperkuat pemahaman mengenai perspektif Beijing terkait isu Taiwan serta menegaskan posisi resmi Tiongkok di panggung internasional.(*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
