Lama Baca 3 Menit

Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Dubes Wang Lutong Hadiri Pembukaan Pameran Seni Tiongkok-Indonesia

12 November 2025, 08:36 WIB

Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Dubes Wang Lutong Hadiri Pembukaan Pameran Seni Tiongkok-Indonesia-Image-1
Duta Besar Wang Lutong menyampaikan pidato pada upacara pembukaan

Bolong.id - Upacara pembukaan Pameran Kaligrafi, Lukisan, dan Foto Tiongkok-Indonesia bertema “Setinggi Gunung dan Sepanjang Sungai, Kita Berbagi Suka dan Duka” digelar di Jakarta beberapa waktu lalu. Pameran ini menjadi bagian dari peringatan sejumlah momentum penting dalam sejarah hubungan kedua negara.

Menurut laporan 使馆要闻, penyelenggaraan pameran tahun ini bertepatan dengan tiga peringatan bersejarah 75 tahun hubungan diplomatik Tiongkok-Indonesia, 70 tahun Konferensi Bandung, serta 620 tahun pelayaran pertama Laksamana Zheng He ke wilayah Laut Barat. 

Acara pembukaan dihadiri oleh Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, yang dalam pidatonya menegaskan bahwa kolaborasi kedua negara menunjukkan kemajuan signifikan di berbagai sektor. Ia menyebut masa kini sebagai “periode terbaik” dalam sejarah hubungan bilateral Tiongkok-Indonesia. 

Hadir pula Wakil Menteri Kebudayaan Indonesia, Giring Ganesha, dan Rektor Universitas Al Azhar Indonesia, Prof. Asep Saefuddin, yang memberikan sambutan mengenai pentingnya pertukaran budaya sebagai landasan memperkuat hubungan kedua bangsa. Selain itu, Konselor Ma Gang dan Wang Siping dari Kedutaan Besar Tiongkok turut mengikuti rangkaian kegiatan pembukaan. 

Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Dubes Wang Lutong Hadiri Pembukaan Pameran Seni Tiongkok-Indonesia-Image-2
Wakil Menteri Kebudayaan Indonesia Giring Ganesha  menyampaikan sambutan pada upacara pembukaan

Pameran ini merupakan kolaborasi Akademi Kaligrafi dan Seni Lukis Indonesia dengan Institut Konfusius Universitas Al Azhar Indonesia. Lebih dari 200 karya seni dipamerkan, mencakup kaligrafi, lukisan, dan fotografi. Karya-karya tersebut berasal dari Tiongkok, Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, Brasil, dan Argentina, yang mencerminkan keragaman ekspresi artistik lintas budaya. 

Setelah berlangsung di Jakarta, seluruh karya akan dibawa berkeliling ke berbagai Institut Konfusius di Indonesia, guna memperluas akses masyarakat terhadap diplomasi budaya dan memperkokoh persahabatan yang telah terjalin sepanjang sejarah.  

Pameran ini menegaskan kembali bahwa hubungan Tiongkok dan Indonesia tidak hanya terikat oleh kepentingan strategis, tetapi juga oleh warisan budaya dan sejarah yang panjang, sebagaimana digambarkan melalui tema pameran yang menekankan kedekatan dan kebersamaan kedua bangsa.(*) 

Informasi Seputar Tiongkok