Baca dalam 3 menit

Rumah Sakit di Guangdong Gandeng Huawei Terapkan Teknologi Berbasis 5G

Waktu Publish : 05 Nov 2021, 15:26 WIB
Sumber : 金投网
SHARE ARTIKEL

China Punya Rumah Sakit Berbasis 5G - Image from detik.net.id

Bolong.id – Huawei, raksasa teknologi asal Tiongkok mengembangkan teknologi Internet 5G atau generasi ke 5, Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kedalam bidang kesehatan. Tiongkok yang dibantu oleh perusahaan Huawei membawa teknologi 5G ke rumah sakit dan membangun rumah sakit pintar berbasis AI

Dilansir 金投网 pada (5/11/2021), rumah sakit rakyat provinsi Guangdong mendemonstrasikan teknologi Huawei dengan mengubah ambulans menjadi rumah sakit darurat.

Ambulans tersebut dilengkapi dengan computed tomography (CT) cerdas dan elektrokardiograf untuk memberikan pemeriksaan dan diagnosis langsung di jalan, dan semua data yang dikumpulkan juga akan dikirim ke rumah sakit secara real time.

China Punya Rumah Sakit Berbasis 5G- Image from 百度

Teknologi tinggi yang dimiliki ini juga semakin menghemat waktu dan banyak di gunakan di negara lain. Data yang dapat dikirim secara realtime ini bisa membantu para pasien untuk dapat berkonsultasi sejak dalam perjalanan hingga ke rumah sakit. Hal-hal cepat tersebut dapat membantu para pasien untuk bisa berkonsultasi dengan dokter sejak dalam perjalanan.

Huawei sebagai salah satu pemasok teknologi 5G terbesar di dunia juga berharap dapat membangun dan menciptakan rumah sakit yang lebih pintar lagi. Salah satunya yaitu Rumah sakit di Guangdong. Rumah sakit tersebut telah menggunakan teknologi 5G Huawei untuk menjadi otak cerdas mengenai data real time

"Penuaan populasi Tiongkok dan upaya pemerintah untuk memecahkan masalah ini telah menjadikan industri perawatan kesehatan sebagai pasar samudra biru. Digitalisasi industri perawatan kesehatan akan memberikan banyak peluang bagi perusahaan teknologi", dikatakan oleh Direktur Huawei Smart Hospital China Division Huawei.

Selain berkembang dalam bidang teknologi ponsel pintarnya, Saat ini, perusahaan itu terus memperluas bisnis baru. Namun, Xu Zhijun, ketua bergilir Huawei, mengatakan bahwa sanksi AS telah menyebabkan perusahaan kehilangan setidaknya 30 miliar dolar AS per tahun, dan sulit untuk menebus kerugian dengan bisnis baru.

China Punya Rumah Sakit Berbasis 5G - Image from 百度

Selain itu, Chief Technology Officer dari grup bisnis Huawei mengatakan bahwa salah satu tantangan untuk meningkatkan pendapatan 5G adalah konsumen mungkin tidak melihat alasan kuat untuk melakukan upgrade sekarang. Namun, teknologi ini masih memiliki kemampuan untuk mengubah industri dan perusahaan, dan inilah peluang yang dilihat Huawei. "Setiap negara memiliki rumah sakit, manufaktur, pertanian, dan pendidikan, sehingga Tiongkok dapat menyebarkan 5G dengan cara yang sangat berbeda pada waktu yang sangat berbeda." (*)


Informasi Seputar Tiongkok




Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong