Kimchi dan Virus Corona - Image from Image from seehua.com
Jakarta, Bolong.id - Penelitian vaksin Covid-19 masih terus dilakukan. Sementara itu, dilansir dari Seehua, beberapa peneliti Prancis telah menemukan bahwa acar kubis dapat melawan virus corona.
Inilah sebabnya, dilansir dari Worldometers, Korea Selatan yang memiliki sekitar 13.979 kasus, hanya sebanyak 298 orang yang meninggal dunia.
Menurut media Inggris "The Sun", Dr. Jean Bousquet, seorang profesor emeritus penyakit paru-paru di Universitas Montpellier di Prancis, memimpin tim peneliti untuk membandingkan kebiasaan diet negara-negara di seluruh dunia dengan jumlah kematian akibat virus corona dan akhirnya mencapai kesimpulan di atas.
Tim peneliti mengatakan, Korea Selatan dan Jerman di Eropa pada khususnya memiliki lebih sedikit kematian, Kesimpulan umum dapat diambil dari kebiasaan makan kedua negara, yaitu, penduduk Korea Selatan dan Jerman hampir terbiasa makan sayuran yang difermentasi.
Di antara mereka, Korea makan kimchi Korea (김치) dan Jerman makan Sauerkraut (makanan khas Jerman yang terbuat dari fermentasi kubis), yang secara efektif akan mengendalikan jumlah kematian.
Kimchi Korea - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Sauerkraut Jerman - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Menurut penelitian, ACE2 adalah jenis pertama dari protein penembus pada membran sel, reseptornya mengikat protein dari virus corona, sementara kubis Tiongkok yang difermentasi dapat menghambat pengikatan ACE2 ke virus corona. Makalah penelitian diterbitkan dalam jurnal akademik internasional Internasional Clinical and Energy Translational.
Dr. Jean Bousquet berkata, "Saya pada awalnya tidak memberi perhatian khusus pada hubungan antara penyebaran virus corona baru dan perbedaan dalam pola makan di berbagai negara. Namun, kemunculan penelitian ini menunjukkan bahwa mengubah kebiasaan diet dapat membantu melawan virus corona."
Setelah penelitian ini, Dr. Jean Bousquet juga mengubah kebiasaan makan masa lalunya dan merubahnya menjadi makan hidangan berbasis kubis.
Jaydip Ray, seorang profesor di Universitas Sheffield, mengatakan, "Ini adalah hasil penelitian yang sangat menarik. Lagi pula, kami masih meneliti virus corona. Hasil penelitian yang diperoleh dari data populasi skala besar bernilai tinggi."
Media Korea Selatan "Central Daily" menunjukkan bahwa setelah tahun 2002, dunia diterpa oleh virus SARS. Di antara negara-negara Asia, Korea Selatan tidak terlihat infeksi dan kematian berskala besar. Hal ini menunjukkan bahwa kimchi Korea mungkin memiliki efek pada anti epidemi, yang membuat kimchi Korea menarik perhatian dunia dan dijual di sejumlah besar negara asing.
Setelah SARS menghilang, Kim In-ho (김인호) memimpin tim dari Korea Food Research Institute untuk mengekstrak isi kimchi Korea dan memasukkannya ke dalam virus influenza, dan menemukan bahwa kimchi telah mencapai hasil luar biasa dalam menekan virus influenza. (*)
Advertisement