China: AS Telah 'Ciptakan Cukup Banyak Masalah Bagi Dunia'

logo clock 3 Menit logo clock 27-09-2020, 11:29

Zhang Jun - Image from CGTN

Beijing, Bolong.id - Duta Besar Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan pada Kamis (24/9/20) bahwa AS telah "menciptakan cukup banyak masalah bagi dunia" karena kedua negara terus berdebat tentang pandemi COVID-19 selama pertemuan menegangkan Dewan Keamanan PBB.

Perwakilan AS untuk PBB, Kelly Craft mengkritik Tiongkok atas apa yang dikatakannya sebagai "keputusan untuk menyembunyikan asal-usul virus ini, meminimalkan bahayanya, dan menekan kerja sama ilmiah." Craft mengklaim tindakan Beijing "mengubah epidemi lokal menjadi pandemi global."

Zhang Jun (张军) dari Tiongkok dengan cepat menolak karakterisasi Craft.

"Saya harus mengatakan, cukup, sudah cukup. Anda telah menciptakan cukup banyak masalah bagi dunia," kata Zhang (张).

"Sayangnya, kami sekali lagi mendengar suara-suara dari AS yang sangat bertentangan dengan suasana pertemuan."

Zhang (张) menambahkan bahwa Beijing menolak tuduhan "tidak berdasar".

Perselisihan itu terjadi dua hari setelah Presiden AS Donald Trump menggunakan sebagian besar rekaman video yang ditujukan kepada Majelis Umum untuk menyalahkan Tiongkok atas pandemi COVID-19 dan karena menahan informasi tentang virus tersebut.

Pada Selasa (22/9/20), Trump menuduh Beijing "mengizinkan penerbangan meninggalkan Tiongkok dan menginfeksi dunia" dan menyebut Covid-19 sebagai "virus Tiongkok" pada Selasa (22/9/20).

Pada Kamis (24/9/20), Zhang (张) mengatakan AS sendirilah yang harus disalahkan. Sejak Januari 2020, AS telah mendiagnosis lebih dari 6 juta kasus virus Corona dalam populasinya, dan kehilangan lebih dari 200.000 nyawa karena penyakit tersebut.

Perwakilan Rusia pada sesi Kamis (24/9/20) juga mengkritik tuduhan Craft.

"Kami menyesali fakta bahwa perwakilan Amerika Serikat memilih pertemuan ini dan platform Dewan Keamanan PBB untuk membuat tuduhan tidak berdasar terhadap salah satu anggota Dewan Keamanan," ujar Duta Besar Rusia Vassily Nebenzia.

COVID-19 telah membayangi KTT tahun ini, yang dipaksa online karena pandemi dan peraturan karantina 14 hari di New York City.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres telah berulang kali memohon persatuan antara negara-negara anggota dan memperingatkan pada Kamis (24/9/20) bahwa hubungan antara AS dan Tiongkok bergerak "ke arah yang sangat berbahaya."

Rapat Dewan Keamanan Kamis (24/9/20) digelar secara virtual. (*)



Penulis : Isna Fauziah
Editor : Edwin Adriaansz

Terkait

China: Serangan AS Pada China Tidak Bikin “America Great Again”

 

logo clock 28-10-2020, 13:15
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Hubungan China-Jepang Kembali Membaik, Siap Masuk Era Baru

 

logo clock 28-10-2020, 11:43
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Dukung Perdamaian Sudan Selatan, Tiongkok Sumbang 1.500 Ton Beras

 

logo clock 28-10-2020, 11:39
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Setelah 23 Tahun Buron, Pengebom Haicang Ditangkap

 

logo clock 28-10-2020, 11:37
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Pameran Buku Anak Internasional Siap Digelar di Shanghai

 

logo clock 28-10-2020, 10:48
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Viral