Panglima Militer Filipina: Risiko Mata-Mata Telekomunikasi China Sangat Rendah

logo clock 3 Menit logo clock 14-10-2020, 11:45

Gillbert Gapay - Image from CNN Philippines

Manila, Bolong.id - Panglima angkatan bersenjata Filipina, Jenderal Gilbert Gapay menjamin, bahwa  perusahaan telekomunikasi joint Tiongkok-Filipina di Filipina, tidak mengancam keamanan nasional negaranya. Peralatan yang akan dipasang di kamp-kamp militer akan diawasi dengan ketat.

Jenderal Gilbert Gapay mengatakan bahwa memiliki peralatan komunikasi di pangkalan akan memungkinkan militer untuk mengaksesnya dengan mudah dan memeriksanya untuk memastikan kepatuhannya.

"Kami tidak melihat risiko keamanan, sangat rendah (risikonya)," kata Gapay kepada koresponden asing di forum online.

Beberapa anggota parlemen telah memperingatkan, peralatan itu dapat digunakan untuk memata-matai militer yang bersekutu dekat dengan Amerika Serikat.

Pemerintah Filipina bulan lalu mengizinkan DITO Telecommunity Corp, perusahaan patungan (joint venture) antara China Telecom dengan taipan yang dekat dengan Presiden Rodrigo Duterte, untuk mendirikan menara di tanah militer dengan nilai USD 5,15 miliar (Rp76 triliun) untuk masuk ke pasar, yang mencakup teknologi 5G.

"Satu keuntungan memiliki fasilitas ini oleh DITO di dalam kamp adalah kami dapat memantau mereka dengan cermat," kata Gapay. "Kami bisa memeriksanya kapan saja".

Dia mengatakan dua perusahaan telekomunikasi terbesar Filipina, Globe dan PLDT juga memiliki peralatan komunikasi di kamp militer yang juga menggunakan teknologi Tiongkok.

DITO ingin menggunakan 22 lokasi militer, tetapi Gapay mengatakan itu masih dalam negosiasi dan akan dievaluasi "satu per satu".

"Kami menjamin angkatan bersenjata dan orang-orang kami bahwa sistem komunikasi kami akan diamankan," kata Gapay.

Usaha China Telecom di Filipina mengikuti janji berulang Duterte untuk menawarkan Tiongkok tempat di pasar lokal demi meningkatkan kualitas layanan. Perusahaan Uy mengatakan mereka memenangkan lisensi secara adil dalam tender terbuka.

Mantan hakim Mahkamah Agung Antonio Carpio, seorang pengkritik keras sikap Duterte yang pro-China, telah memperingatkan bahwa China "pasti ingin menguping" komunikasi militer. Para eksekutif DITO bulan lalu menggambarkan kekhawatiran mata-mata sebagai "sangat salah tempat". (*)

Penulis : Isna Fauziah
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

Hakim AS Tidak Setuju Hapus WeChat dari Toko Aplikasi

 

logo clock 24-10-2020, 13:13
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Inggris Langgar Komitmen Terkait Paspor BNO, China Tak Akan Tinggal Diam

 

logo clock 24-10-2020, 12:17
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

China Perkuat Kerjasama dengan Bangladesh dan Maroko Pasca Pandemi

 

logo clock 24-10-2020, 11:41
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Donald Trump Bilang Vaksin COVID-19 Sudah Siap, Ini Faktanya

 

logo clock 24-10-2020, 07:07
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Mengharukan, Putri Pahlawan Perang Ini Akhirnya Temukan Makam Sang Ayah

 

logo clock 23-10-2020, 16:33
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Viral