Siap Mendunia, China Minta Izin Vaksin COVID-19 Produksinya Diuji WHO

logo clock 3 Menit logo clock 07-10-2020, 17:37

Ilustrasi - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Singapura, Bolong.id - Tiongkok sedang dalam pembicaraan agar vaksin COVID-19 yang diproduksi di dalam negerinya dinilai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagai langkah agar dapat digunakan secara global, pejabat WHO mengatakan pada Selasa (6/10/20).

Ratusan ribu pekerja esensial dan kelompok lain yang dianggap berisiko tinggi di Tiongkok telah diberi vaksin yang dikembangkan secara lokal meskipun uji klinis belum sepenuhnya selesai, yang meningkatkan kekhawatiran keamanan di antara para ahli.

Socorro Escalate, Koordinator WHO untuk obat-obatan esensial dan teknologi kesehatan di kawasan Pasifik Barat, mengatakan pada konferensi pers yang digelar secara online bahwa Tiongkok telah mengadakan diskusi awal dengan WHO untuk memasukkan vaksinnya ke dalam daftar penggunaan darurat.

Prosedur pencatatan penggunaan darurat WHO memungkinkan vaksin dan perawatan yang tidak berlisensi dinilai untuk mempercepat ketersediaannya dalam keadaan darurat kesehatan masyarakat.

Prosedur tersebut membantu negara anggota WHO dan badan pengadaan PBB untuk menentukan penerimaan masyarakat terhadap vaksin.

“Secara potensial melalui daftar penggunaan darurat, kualitas, keamanan vaksin, dan kemanjuran dapat dinilai, kemudian dapat disediakan untuk pemegang lisensi kami,” ujar Escalante.

Tiongkok memiliki setidaknya empat vaksin eksperimental dalam tahap akhir uji klinis. Dua di antaranya dikembangkan oleh China National Biotec Group (CNBG) yang didukung negara, dan dua sisanya masing-masing berasal dari Sinovac Biotech dan CanSino Biologics.

Vaksin-vaksin tersebut tengah diuji di berbagai negara seperti Pakistan, Indonesia, Brasil, Rusia, dan Uni Emirat Arab.

Uni Emirat Arab (UEA) pada September lalu telah mengesahkan penggunaan darurat vaksin CNBG.

Pengesahan tersebut menjadi izin darurat internasional pertama untuk salah satu vaksin COVID-19 Tiongkok, hanya enam minggu setelah uji coba pada manusia dimulai di negara Teluk Arab tersebut.

Sementara itu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada September lalu mengatakan akan memprioritaskan Tiongkok dan Rusia dalam belanja global negaranya untuk vaksin COVID-19, sebagaimana dilansir dari Reuters. (*)



Penulis : Isna Fauziah
Editor : Edwin Adriaansz

Terkait

60.000 Orang Di-vaksin COVID-19 China, Tak Ada Efek Buruk

 

logo clock 21-10-2020, 11:08
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Setelah Corona, Norovirus Muncul. Bahaya, Tidak?

 

logo clock 20-10-2020, 16:50
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Nekat Makan Mie Jagung Berusia Setahun, Sekeluarga Tewas Keracunan

 

logo clock 20-10-2020, 13:19
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Hari Osteoporosis Sedunia: Sayangi Tulang Anda

 

logo clock 20-10-2020, 09:52
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Riset: COVID-19 Menempel di Kulit Manusia Selama 9 Jam!

 

logo clock 20-10-2020, 06:04
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Viral